Pasuruan
Dinas Peternakan Hewan Pasuruan Minta Peternak Waspada Munculnya Penyakit Mulut dan Kuku

Memontum Pasuruan – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan menghimbau peternak sapi untuk waspada terhadap munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Itu karena, di akhir tahun 2024 kemarin, dilaporkan masih terdekteksi ciri-cirinya dari penyakit ini.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa pada Desember 2024 lalu, jumlah kasus PMK di Kabupaten Pasuruan yang dilaporkan ada sebanyak 99 kasus. Puluhan kasus PMK tersebut, terjadi di enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Nguling, Purwodadi, Prigen, Winongan, Pandaan dan Kecamatan Gempol.
“Merebaknya mulai awal Desember tahun 2024 kemarin. Satu bulan ada 99 kasus PMK di enam wilayah kecamatan,” kata Alfiah, Selasa (02/01/2025) tadi.
Dijelaskannya, kasus ini kembali muncul dikarenakan perubahan musim. Dari sebelumnya kemarau ke musim penghujan. Selain itu, banyaknya sapi yang terkena PMK akhir-akhir ini adalah sapi-sapi yang belum divaksin ataupun sapi baru yang berasal dari luar daerah.
Baca juga :
“Banyak sapi yang oleh pemiliknya tidak divaksin. Sekarang stok vaksin sudah gak ada, jadi sebisa mungkin para peternak sendiri yang memvaksin,” ucapnya.
Dengan fakta di atas, Pemkab Pasuruan sebelumnya telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan selanjutnya surat edaran bisa dilanjutkan sampai di tingkat peternak. “Kami juga lakukan KIE Lewat online, Poskeswan kami juga memberikan sosialisasi di media sosial. Tapi untuk vaksin sekarang masih kosong, sehingga kami harapkan dapat swadaya,” ujarnya.
Lebih lanjut Alfiah meminta kepada para peternak agar tidak perlu risau dalam menghadapi kasus ini. Pasalnya, sebelumnya Pemkab Pasuruan berhasil menekan angka kasus PMK hingga tanpa kasus pada bulan Oktober lalu. Hal ini dilakukan, dengan cara menjaga kebersihan kandang ternak mulai dari pemberian makanan hingga penyemprotan disinfektan secara rutin di area kandang.
Tidak hanya itu, pemberian vitamin juga menjadi fokus Pemkab Pasuruan dalam memberantas kasus PMK. “Yang paling penting meningkatkan pengawasan dan pengendalian lalu lintas hewan, produk hewan, dan media pembawa penyakit hewan lainnya dari peternakan atau lokasi kejadian atau kasus,” paparnya. (kom/pas/sit)
















