Kota Malang
Empat Jamaah Haji Kota Malang Dilaporkan Meninggal selama Musim Haji 2026

Memontum Kota Malang – Di tengah suasana haru kepulangan jamaah haji, ada empat jamaah haji asal Kota Malang yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Hal itu, disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang, Achmad Sholeh.
Pria yang akrab disapa Sholeh, itu mengatakan bahwa empat jamaah haji yang wafat tersebut, meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci maupun dalam proses kepulangan. “Sepengetahuan kami, di Makkah itu ada dua orang. Kemudian ada seorang sebelum pulang dan hari ini ada seorang lagi,” ujar Sholeh, Kamis (04/06/2026) tadi.
Meski begitu, pihaknya masih menunggu data resmi dari Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Malang, terkait rincian dan penyebab meninggalnya para jamaah tersebut. “Kami belum berhasil menghubungi Kemenhaj Kota Malang yang memiliki data pasti terkait hal itu. Nanti data pastinya akan kami mintakan ke Kemenhaj,” katanya.
Baca juga :
Berdasarkan data sementara, empat jamaah haji asal Kota Malang yang dilaporkan meninggal dunia yakni Fatur dari Kloter 11, Fajar dari Kloter 11, Wayan Rohan dari Kloter 12 dan Heri dari Kloter 12. “Kami belum update terbaru, ada seorang yang meninggal entah di pesawat atau di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). Ada seorang yang meninggal dan proses pemulangan. Kami juga belum tahu sebab musababnya, karena Kemenhaj yang mempunyai data pasti terkait itu,” tuturnya.
Dengan adanya empat jamaah yang wafat, jumlah jamaah haji Kota Malang yang diperkirakan kembali ke tanah air menjadi 1.199 orang dari total 1.203 jamaah yang berangkat pada musim haji tahun 2026 ini. Terkait hak-hak keluarga jamaah yang meninggal dunia, Pemkot Malang akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenhaj Kota Malang untuk memastikan prosedur dan layanan yang dapat diberikan kepada ahli waris.
“Kalau santunan di bagian Kesra, tidak. Tetapi coba nanti kami komunikasikan dengan Kemenahaj bagaimana hak-hak daripada jamaah haji apabila meninggal,” imbuh Sholeh. (rsy/sit)










