Banyuwangi
Lokalisasi Padang Bulan Singojuruh Tetap jadi Destinasi Esek-esek di Banyuwangi

Memontum Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dinilai menutup mata terhadap keberadaan lokalisasi prostitusi atau komplek yang terletak di Desa Padang Bulan, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Sebab, hingga kini lokasi itu tetap marak menjadi bisnis ‘lendir’.
Dari pantauan Memontum.com di lokasi, puluhan rumah yang berada di lokalisasi tersebut banyak dihuni wanita yang menjajakan diri. “Selama ini kompleknya masih buka dan aman-aman saja kok. Tidak pernah tutup, pak,” ujar seorang ibu, yang juga salah satu pemilik warung dilokalisasi tersebut, Jumat (18/02/2022) siang.
Baca juga:
- Pemkot Malang Dorong Pengadaan CCTV Lingkungan Lewat Program RT Berkelas
- 85 Ponpes di Kota Malang Sudah Berizin, Kesra Perkuat Edukasi Pesantren Ramah Anak
- Peringatan HLUN 2026 Kabupaten Jember, Wujud Apresiasi Nyata untuk Lansia
- Pastikan SPMB Jalur Domisili Akurat, Disdikbud Kota Malang Persilakan Aduan Jika Ada Kejanggalan
- Respon Perizinan hingga Bangunan, Pengembang Aston Sigura-gura Klaim Tak Langgar Aturan
Dijelaskannya, bahwa banyak pendatang yang bekerja di lokasi. “Ceweknya juga banyak yang berasal dari luar daerah,” sambungnya lagi.
Menariknya, lokalisasi yang berada di Desa Padang Bulan, sudah sangat terkenal di Jawa Timur. Bahkan, tarif ratusan ribu rupiah dari puluhan PSK yang masih muda belia dan berparas cantik. “Ceweknya rata-rata masih muda-muda dan cantik, tarifnya berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,” ujar ibu pemilik warung lainya.
Kasat Pol PP Banyuwangi, Drs Wawan Yadmadi, ketika dihubungi media ini untuk dikonfirmasi melalui WhatsApp, belum memberikan respon. (aar/gie)















