SEKITAR KITA
Petani Kopi Situbondo Sambut Positif Langkah Pemerintah Daerah Gencarkan Promosi Kopi

Memontum Situbondo – Petani kopi di Kabupaten Situbondo menyambut gembira upaya pemerintah daerah dalam membrending kopi Situbondo menjadi Golden Wood Coffee. Mereka berharap, perhatian pemerintah ini akan meningkatkan kesejahteraan petani kopi.
“Saya sudah 15 tahun jadi petani kopi. Karenanya, saya merasa senang jika pemerintah serius memperhatikan nasib kami. Harapannya, agar para petani terus diberi arahan dan pendampingan sehingga kualitas kopi semakin bagus,” kata salah seorang petani kopi asal Dusun Tamanrejo, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Hariyanto.
Dirinya menambahkan, semua kebun Kopi Arabika miliknya, kualitas ekspor karena dan sudah memiliki sertifikasi organik. Selama ini, dirinya mengekspor kopinya melalui PT Indokom. Dirinya juga bersyukur karena harga kopi juga terus naik dari sebelumnya seharga Rp 10 ribu menjadi Rp 13 ribu per kilogramnya.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Kenaikan harga kopi akan membuat para petani kian bergairah. Untuk satu hektar kebun kopi, bisa menghasilkan 10 ton. Jadi kalau harganya segitu, tinggal dikalikan,” tuturnya.
Perlu diketahui, saat ini luas lahan kebun kopi di Kabupaten Situbondo seluas 1.500 hektar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persen Kopi Arabika serta 20 persennya yaitu Kopi rRobusta. Saat ini, hampir 50 persen kebun kopi sudah memiliki sertifikasi organik. (her/sit)
















