Kabupaten Malang
Perum Jasa Tirta I Siap Kembangkan Bendungan Selorejo Ngantang ke Sektor Wisata Edukasi

Memontum Malang – Bendungan Selorejo yang berada di wilayah Desa Pandansari dan Sambirejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, merupakan salah satu bendungan yang ada di Malang Raya dan dibangun sekitar tahun 1962. Pengelolaan yang dilakukan Perum Jasa Tirta I, selain difungsikan sebagai sarana irigasi pertanian, juga sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Untuk pengembangan, rencananya bendungan ini juga akan dioptimalkan untuk tujuan wisata. Sebagaimana yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Reymond Variant Ruritan, saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal dengan Forum Jurnalis Peduli Kali Brantas se Malang Raya, Sabtu (21/05/2022) di areal Hotel Bendungan Selorejo, Ngantang.
Reymond menjelaskan, bahwa keberadaan bendungan tersebut merupakan proyek nasional, saat masih masa orde lama. Karena pada waktu itu, banyak terjadi banjir hingga pernah merendam Alun-alun Kota Blitar.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Bendungan Selorejo merupakan salah satu dari sekian bendungan yang tersebar di wilayah Malang Raya. Ada Bendungan Selorejo, Karangkates, Lahor dan Sengguruh. Pada saat itu, karena sering kali terjadi banjir, maka Presiden RI pertama Ir Soekarno berkunjung ke Blitar menggagas untuk dibuatnya bendungan untuk mengatur manajemen pengairan,” ujarnya.
Menurutnya, bendungan Selorejo dan Karangkates serta yang lainnya, dibangun dengan biaya dari Jepang sebagai rampasan perang dengan tenaga ahli serta peralatannya langsung dari Jepang.
Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pariwisata dan Jasa Lain PJT I, Inni Dian Rohani, membenarkan apa yang disampaikan oleh Dirut PJT I. “Kita sekarang ini sedang memperbaiki sarana dan prasarana, untuk tujuan wisata. Salah satunya dengan menata kembali sektor kuliner dan tempat oleh-oleh supaya lebih baik dan nyaman untuk pengunjung. Tidak hanya itu, tetapi kita juga ada fasilitas belajar berkuda, camping ground, penginapan serta hall (ruang pertemuan) dengan harga terjangkau,” ujarnya. (bir/gie)
















