Blitar
PMK Merebak, Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar Sepi Pembeli

Memontum Blitar – Akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PKM), pedagang di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar, mengeluhkan sepinya pembeli. Selain sepi pembeli, stok hewan ternak juga turun. Kurangnya stok hewan ternak di Pasar Dimoro, setelah pemerintah daerah melarang sapi dari luar masuk Blitar.
Salah satu pedagang sapi di Pasar Dimoro Kota Blitar, Sukaji, mengatakan bahwa sekarang ini Pasar Hewan Dimoro, tengah sepi. Peternak jarang yang datang untuk membeli sapi. “Peternak saat ini kalau beli sapi di pasar takut, karena ada penyakit PMK. Jadi penjualan menurun. Bahkan stok juga turun karena ada larangan mendatangkan sapi dari luar daerah,” kata Sukaji, Senin (06/05/2022).
Baca juga :
- THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat
- Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur
- Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD
- Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan
- DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Sukaji menambahkan, dengan kondisi tersebut, peternak banyak yang memilih untuk tidak berjualan. “Sekarang jarang yang jual. Bahkan kadang juga tidak dapat dagangan,” imbuhnya. Para pedagang sapi berharap, kondisi tersebut segera berakhir. Agar aktivitas jual beli hewan ternak utamanya sapi dan kambing bisa kembali seperti sedia kala. (jar/gie)
















