Kota Malang

ISPA Masuk 10 Penyakit Tertinggi di Kota Malang, Dinkes Beri Imbauan untuk Masyarakat

Diterbitkan

-

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (ist)

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu dari 10 penyakit tertinggi di Kota Malang. Hal itu dikatakan Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif.

Pria yang akrab disapa Husnul, itu menyampaikan bahwa ISPA banyak diderita masyarakat dengan berbagai keluhan mulai dari hidung tersumbat, batuk, hingga nyeri tenggorokan. Dalam laporan bulanan penyakit tersebut menunjukkan kondisi relatif stagnan.

“Setiap bulan laporan penyakit ISPA ini hampir stagnan dari bulan sebelumnya, hampir sama. Tentu kami juga tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim pancaroba seperti saat ini,” ujar Husnul, Sabtu (18/10/2025) tadi.

Disebutkannya, berdasarkan data hingga 25 September 2025, tercatat jumlah kasus ISPA di Kota Malang, pada anak usia 5 hingga 9 tahun, ada sejumlah 1.311 kasus. Sementara, usia remaja 10 hingga 18 tahun ada 1.618 kasus, usia dewasa 19 hingga 59 tahun ada 4.598 kasus dan Lansia usia 60 tahun ke atas ada 1.463 kasus.

Advertisement

Baca juga :

Sementara pada tahun 2024 lalu, total kasus ISPA mencapai 54.580 kasus, dengan kelompok usia dewasa mendominasi. “Kalau peningkatan belum signifikan, hampir sama dari bulan ke bulan. Tapi tetap kami pantau karena cuaca saat ini tidak menentu,” tambahnya.

Husnul juga mengimbau, agar masyarakat saat ini tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Termasuk, juga menggalakan kebiasaan saat Covid-19, dengan melakukan cuci tangan pakai sabun dan menggunakan masker.

“Sekarang ini pagi bisa panas, sore mendung dan hujan. Jadi sebaiknya kalau di luar ruangan tetap gunakan masker. Kalau memang tidak mendesak, beraktivitas di dalam ruangan saja.

Advertisement

Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga asupan gizi dan istirahat cukup, agar daya tahan tubuh tetap optimal menghadapi perubahan cuaca ekstrem,” imbuh Husnul. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas