Kota Batu
Dinkes Kota Batu Siapkan DED Perencanaan Pembangunan Puskesmas Bumiaji II

Memontum Kota Batu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu sudah menyiapkan rancang bangun rinci atau Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan Puskesmas di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Hanya saja, sampai saat ini atau tahun 2023, rencana itu masih terkendala dengan realisasi anggaran pembangunan dan lahan.
Dikatakan Sekretaris Dinkes Kota Batu, Yuni Astuti, bahwa DED yang sudah ada sekarang disusun pada tahun 2020 yang lalu. Dimana, Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang dibutuhkan sebesar Rp 5,8 miliar dan berasal dari APBD atau bisa juga dari anggaran dana bagi hasil cukai dan tembakau.
“Kami menyusun DED itu tahun 2020 lalu dan itu untuk perencanaan pembangunan Puskesmas di Kecamatan Bumiaji atau nanti menjadi Puskesmas Bumiaji II,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/01/2023) tadi.
Baca juga:
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
- Pemkab Malang Tegaskan Kesehatan Masyarakat Jadi Perhatian Serius Pemangku Kepentingan
Mengenai pelaksanaan pembangunan, dirinya mengatakan, dimungkinkan tahun 2026 mendatang. Itu karena, pengajuan anggaran pembangunan dimulai tahun 2025. Sehingga, untuk pelaksanaan pembangunan dilaksanakan tahun 2026.
“Mengapa harus dibangun di Bumiaji, karena di tempat itu saat ini hanya memiliki satu Puskesmas. Mengacu Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bahwa pelayanan kesehatan untuk masyarakat di atas 30 ribu setiap daerah harus tambah Puskesmas lagi. Dan, sekarang penduduk Bumiaji sekitar 60 ribu jiwa,” urainya.
Meskipun sudah disusun DED, dijelaskan Yuni, untuk titik pembangunan masih belum bisa ditentukan. Ini terkendala, dari kepemilikan lahan di Bumiaji, yang sebagian besar milik desa. “Kan, susah kalau tanah desa,” ujar dia. (put/gie)















