Kota Malang
Harga Cabai Terus Naik, Diskopindag Kota Malang Siapkan Langkah Intervensi

Memontum Kota Malang – Harga cabai rawit di Kota Malang terus mengalami kenaikan. Bahkan, hingga saat ini telah mencapai Rp 110 ribu perkg.
Merespon kondisi itu, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), mengaku terus memantau dan tengah mencari solusi untuk mengatasi lonjakan. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.
Dikatakannya, bahwa ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan menjadi penyebab utama kenaikan harga. Selain itu, faktor cuaca yang buruk juga mengurangi stok pangan akibat banyaknya petani yang gagal panen.
“Permintaan memang lebih tinggi, ditambah faktor cuaca yang memengaruhi. Akibatnya, stok cabai sedikit dan harga melambung tinggi,” kata Eko, Kamis (09/01/2025) tadi.
Baca juga :
Dalam tiga hingga tujuh hari ke depan, ujarnya, pihaknya akan terus memantau pergerakan harga sebelum mengambil langkah intervensi. Jika harga cabai tetap tinggi, Diskopindag bersama TPID akan berkoordinasi untuk menerapkan langkah antisipasi.
“Kami belum melakukan intervensi dan masih dalam tahap pemantauan. Jika harga terus naik, kami akan segera bertindak,” tambahnya.
Di samping itu, Eko juga mendorong masyarakat untuk melakukan gerakan urban farming. Itu dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk menanam cabai sendiri di rumah, agar menekan gejolak harga di pasar.
“Urban farming bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah ini. Dengan menanam cabai sendiri, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan mereka sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan pasar,” ujarnya.
Di akhir, Eko juga mengimbau agar masyarakat dalam sementara waktu ini dapat mengurangi konsumsi cabai atau menggantinya dengan bahan lain. “Kami harap masyarakat dapat beralih sementara atau mengurangi penggunaan cabai dalam konsumsi sehari-hari,” imbuh Eko. (rsy/sit)











