Kota Malang
Jembatan Bailey Sonokembang Mulai Dimanfaatkan, Wali Kota Malang Lakukan Peninjauan

Memontum Kota Malang – Jembatan Bailey Sonokembang, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, resmi mulai dimanfaatkan oleh masyarakat, Kamis (20/11/2025) tadi. Dalam momen itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turun langsung guna meninjau kondisi jembatan darurat tersebut, yang dibangun sebagai akses sementara pasca jembatan utama ambruk, pada 10 Oktober 2025 lalu.
“Per hari ini, 20 November 2025, Jembatan Bailey sudah mulai dimanfaatkan. Tadi saya mengecek langsung kondisi di lapangan dan memang ada sedikit masalah di bagian pelandaian, karena mobil sempat agak nyanggrok. Saya sudah minta untuk dibuat lebih landai,” ujar Wali Kota Wahyu.
Meski begitu, dirinya menilai kondisi jembatan secara umum sudah sangat baik dan aman untuk dilintasi. Dirinya pun juga sempat berdialog dengan sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat, yang mengaku lega dan antusias karena akses Jembatan Sonokembang kini kembali dapat dilalui.
“Ini tentu sangat membantu aktivitas masyarakat. Apalagi sebelumnya warga sampai harus menggunakan jembatan bambu. Kami sebenarnya tidak menyarankan itu, tapi saat itu sedang dalam proses mencari solusi tercepat agar akses bisa kembali digunakan,” ucapnya.
Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa Pemkot Malang akan mempercepat pembangunan jembatan permanen. “Desember kita lelang dini. Harapan kami, pembangunan jembatan asli bisa mulai dikerjakan di awal tahun,” tambahnya.
Baca juga :
Wali Kota Wahyu pun juga mengimbau masyarakat, untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas, mengingat sistem melintas di jembatan bailey dilakukan bergiliran untuk roda empat.
Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulhardjanto, mengatakan bahwa jembatan bailey telah dibuka sejak pukul 06.00 WIB, pada hari ini, utuk kendaraan roda empat terbatas dan roda dua. Sementara uji coba awal untuk sepeda motor telah dilakukan, sejak Rabu (19/11/2025) malam.
“Sebelumnya tadi malam kami mulai uji coba untuk sepeda motor. Partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Mereka secara mandiri menjaga akses di kedua ujung jembatan. Kami juga sudah koordinasi dengan Dishub untuk menempatkan personel,” jelas Dandung.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa terdapat pembatasan jenis kendaraan yang boleh melewati jembatan. “Kendaraan angkutan barang tidak diperbolehkan melintas. Tonase maksimal yang bisa melewati jembatan ini adalah 10 ton. Untuk roda empat harus bergantian, sedangkan sepeda motor masih bisa bersimpangan,” lanjutnya.
Sebagai informasi, Jembatan bailey tersebut merupakan pinjaman dari Balai Jalan dan Jembatan Pemprov Jatim dengan masa penggunaan hingga delapan bulan ke depan. (rsy/sit)











