Kota Malang
Dorong Penguatan Koperasi, 57 KMP di Kota Malang Siap Jalin Kemitraan Usaha

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan sambutan pada forum kemitraan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KMP), yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi, Kamis (20/11/2025) tadi. Kota Malang sendiri, ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan forum yang membahas penguatan jejaring usaha KMP di seluruh kelurahan.
Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan koperasi di daerah. Dirinya juga menegaskan, bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para pengurus KMP.
“Hari ini saya terima kasih kepada Pak Asisten Deputi, karena Kota Malang dijadikan tuan rumah fasilitasi yang sudah lama dibutuhkan koperasi. Ada beberapa hal yang selama ini menjadi pertanyaan Ketua KMP dan hari ini kita bisa mencari jawabannya,” kata Wali Kota Wahyu.
Dikatakannya, bahwa Pemkot Malang mendukung penuh berbagai program pengembangan, termasuk rencana penerapan sistem pembayaran digital seperti QRIS Nasional pada koperasi. “Tadi hampir semua Ketua KMP di Kota Malang hadir. Saya minta mereka memanfaatkan forum ini. Terkait situasi di Kota Malang, tadi sudah saya paparkan dan itu akan menjadi bahan evaluasi. Yang jelas, program-program seperti QRIS Nasional untuk koperasi itu kami dukung sepenuhnya,” jelasnya.
Wali Kota Wahyu optimis, hambatan-hambatan teknis yang selama ini muncul dapat diselesaikan melalui forum fasilitasi tersebut. Di Kota Malang sendiri, menurutnya ada sebanyak 57 koperasi yang tersebar di tiap kelurahan dan ditargetkan bisa menjalin kerja sama dengan mitra usaha.
Baca juga :
“Kalau koperasinya di Kota Malang ada 57 KMP. Program kerjanya beda-beda. Harapannya semua bisa kerja sama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa pada forum tersebut hanya dihadiri perwakilan KMP dari beberapa wilayah seperti Dinoyo dan Bandulan. Namun secara prinsip, seluruh 57 KMP akan mengikuti proses kerja sama.
“Yang tadi hadir cuma perwakilan, sifatnya simbolis. Tapi nanti semua 57 KMP akan menjalankan kemitraan,” ujar Eko.
Dirinya juga menambahkan, bahwa beberapa mitra usaha sudah bersiap melakukan kolaborasi, diantaranya Japfa dan pemasok sembako untuk kebutuhan suplai bahan pokok. “Tidak ada syarat khusus. Semua mitra memberikan kemudahan bagi KMP untuk melakukan kolaborasi dan kemitraan. Tujuannya mempercepat operasional KMP, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Di akhir, Eko menargetkan bahwa program kemitraan dapat mulai berjalan sebelum akhir tahun. “Targetnya akhir tahun ini. Waktunya tinggal satu bulan lagi. Setelah penandatanganan kemitraan, kami langsung survei lapangan sambil pembangunan gerai,” imbuh Eko. (rsy/sit)











