Kota Malang

Harga Cabai Naik, Dispangtan Pastikan Ketersediaan Panen di Kota Malang

Diterbitkan

-

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Di balik harga cabai yang melambung tinggi di pasaran, Dinas Pertanian dam Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan komoditas cabai saat ini mulai memasuki masa panen. Volume produksi sendiri, diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring mendekati puncak panen pada Maret 2026.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai dipicu belum optimalnya masa panen, sementara permintaan masyarakat relatif stabil bahkan cenderung meningkat. “Panen cabai itu dimulai akhir Januari dan masuk Februari. Semakin lama volumenya, maka akan semakin meningkat,” ujar Slamet, Sabtu (07/02/2026) tadi.

Slamet menyebut, wilayah sentra cabai di Kota Malang terbagi menjadi dua kawasan utama, yakni Kedungkandang bagian atas dan Merjosari. Kedua wilayah tersebut, mayoritas merupakan lahan tadah hujan, sehingga pola tanam sangat bergantung pada curah hujan.

“Biasanya petani menanam cabai di akhir tahun saat hujan mulai meningkat, lalu panen di Februari, Maret, sampai April,” ucapnya.

Advertisement

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Dispangtan Kota Malang terus berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai lain seperti Lumajang dan Jember. Koordinasi tersebut dilakukan, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan skema kerja sama antar daerah.

Baca juga :

“Biasanya transaksi jual beli dari daerah lain dilaksanakan oleh Diskopindag, termasuk melalui operasi pasar di sejumlah pasar di Kota Malang,” tambahnya.

Terkait pengaruh cuaca ekstrem, Slamet menyebut tanaman cabai di lahan tadah hujan memang sangat bergantung pada curah hujan. Namun hujan berlebihan, khususnya hujan malam dengan intensitas tinggi, justru berpotensi merusak tanaman.

“Hujan malam yang cukup lebat bisa menyebabkan tanaman cabai menguning dan memicu jamur yang merusak buah. Namun, potensi kerusakan tanaman cabai di Kota Malang relatif kecil. Pasalnya, mayoritas lahan cabai dan tomat berada di kawasan tadah hujan yang tidak menimbulkan genangan air,” jelasnya.

Advertisement

Slamet juga menambahkan, bahwa satu kali masa tanam cabai memungkinkan panen hingga 10–12 kali. Volume panen pada fase awal relatif kecil, kemudian meningkat pada panen ke-8 hingga ke-10, sebelum menurun kembali di panen terakhir.

“Puncak panen cabai diperkirakan terjadi sekitar bulan Maret, baik di Kota Malang maupun daerah-daerah penyangga,” imbuh Slamet. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas