Kota Malang

Miliki Dua Kecamatan Penopang Produksi Cabai, Dispangtan Kota Malang Berharap Mampu Bantu Tekan Inflasi

Diterbitkan

-

CABAI: Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Asisten 2 Pemkot Malang Bidang Perekonomian dan Pembangunan Diah Ayu Kusumadewi dan Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, saat penanaman cabai. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Penuhi kebutuhan bahan pangan cabai di Kota Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, miliki dua titik kecamatan penopang produksi cabai. Yaitu, Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Meskipun hasil produksi cabai tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan secara keseluruhan di Kota Malang, namun diharapkan juga mampu menekan angka inflasi di Kota Malang. Terlebih, harga cabai kini kian merangkak naik hingga menyetuh ratusan ribu.

“Di dua kecamatan ini ada lahan tadah hujan. Untuk di Kecamatan Lowokwaru, Kelurahan Merjosari, sendiri ada lahan tadah hujan kurang lebih 36 hektare. Itu terdiri dari lahan untuk tanaman cabai rawit kurang lebih 20 hektare dan cabai besar dengan luas lahan 16,5 hektare. Sedangkan di Kecamatan Kedungkandang, itu kurang lebih ada 40 hektare yang status lahannya lahan tadah hujan,” jelas Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, Rabu (06/12/2023) tadi.

Kemudian, ditambahkannya jika dengan luasan lahan 3 hektare di Kecamatan Lowokwaru, nantinya bisa memanen cabai besar hingga 270 kg. Sedangkan untuk cabai rawit, nantinya bisa menghasilkan hingga 50 kg cabai rawit pada luasan lahan 2 hekatre.

Advertisement

Baca juga :

“Harapan kami yang bisa dipanen itu sebagian bisa dikonsumsi, sebagian dijual dan sebagian juga untuk benih selanjutnya. Sehingga dapat dikembangkan tanaman-tanaman cabai lainnya,” katanya.

Namun, untuk musim panen dari cabai di kedua lokasi tersebut berbeda-beda. Itu diakibatkan, karena waktu menanam cabai berbeda-beda. Jika di Kecamatan Lowokwaru sendiri, masa tanam mulai dari Oktober hingga November dan panen bisa dilakukan pada awal Desember, namun tidak terlalu banyak.

“Jadi sekitar Desember pertengahan sampai akhir, nanti bisa mulai panen untuk di Kecamatan Lowokwaru. Kalau di Kecamatan Kedungkandang, itu pada Oktober-November kemarin masih menyiapkan lahan. Jadi pengolahan lahan, juga mempersiapkan bibit, memasang mulsa di sepanjang media tanam. Kemungkinan panen di akhir Desember 2023 ini sampai Januari 2024 nanti. Itu baik cabai besar maupun cabai kecil,” jelasnya.

Advertisement

Disisi lain, Dispangtan Kota Malang juga telah membagikan 5 ribu bibit cabai sebanyak disertai penyangga bibit cabai, kemudian pupuk NPK dan pupuk kandang. Itu diberikan pada 26 kelompok urban farming, kelompok wanita tani dan kelompok tani.

“Jadi kita sudah buatkan grup untuk memonitor keberlanjutan pertumbuhan dari bibit cabai yang sudah kita bagikan. Minimal bisa cepat tumbuh, subur, sehingga kurang lebih sekitar 3 bulan ke depan bisa menghasilkan cabai,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement
Lewat ke baris perkakas