Kabar Desa

Petugas Kebersihan Kota Malang dan Ibadah Puasa, Berangkat saat Warga Terlelap dan Sahur di Lokasi Kerja

Diterbitkan

-

Dedi Wijayadi, satu dari beberapa petugas kebersihan sampah di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Blimbing Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Di tengah menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadan, Dedi Wijayadi (20) tetap harus bekerja sebagai petugas kebersihan sampah. Bahkan, dirinya harus memulai aktivitasnya sejak pukul 02.00 dini hari, saat sebagian warga masih terlelap atau baru bersiap untuk sahur.

Dedi-sapaan akrabnya, bekerja sebagai petugas pengangkut sampah di wilayah Mojolangu, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sejak tahun 2018. Selama hampir delapan tahun itu, dirinya selalu berpuasa penuh setiap Ramadan, meski pekerjaannya menuntut tenaga ekstra.

“Berat sih. Soalnya pekerjaannya memang berat. Tapi alhamdulillah, tetap puasa,” ujar Dedi, saat ditemui di sela-sela dirinya bekerja, Jumat (20/02/2026) tadi.

Karena harus mulai aktivitas sebelum Subuh, Dedi mengaku, untuk waktu sahur dirinya dilakukan di tempat kerja. Untuk itu, dirinya membawa bekal dari rumah untuk dimakan di sela-sela aktivitas mengangkut sampah.

Advertisement

“Sahurnya bawa dari rumah, untuk makannya di sini,” katanya.

Setiap hari, Dedi bertugas mengangkut sampah rumah tangga hingga limbah usaha kuliner di kawasan Jalan Borobudur dan sekitarnya. Jam kerjanya bisa berlangsung hingga pukul 08.00 pagi, bahkan tidak jarang hingga sampai 11.00 siang, tergantung kondisi armada pengangkut.

Baca juga :

Dedi mengaku, bahwa beban kerja sekarang terasa semakin berat karena keterbatasan truk pengangkut. Satu kendaraan harus bolak-balik hingga beberapa kali, sementara volume sampah terus menumpuk.

“Truknya kurang. Satu truk bisa kembali tiga kali, itu pun masih ada sisa,” ucapnya.

Advertisement

Di TPS Borobudur, diketahui ada sekitar 50 petugas kebersihan menangani sampah campuran dari rumah tangga, restoran, hingga kafe. Kawasan tersebut, termasuk salah satu titik dengan volume sampah tinggi yang ada di Kota Malang.

Meski kondisi kerja berat, Dedi mengaku penghasilannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, walau belum mencapai Upah Minimum Regional (UMR). “Alhamdulillah cukup untuk keluarga. Biasanya kalau menjelang lebaran ada bingkisan tapi dari warga sekitar,” lanjutnya.

Di Bulan Ramadan ini, harapan Dedi cukup sederhana, yakni tetap sehat agar bisa bekerja, beribadah dan berkumpul dengan orang-orang terdekat. Selain itu, dirinya juga berharap agar Pemerintah Kota Malang dapat memberi perhatian lebih kepada para petugas kebersihan yang bekerja di lapangan setiap hari.

“Tolong lihat tukang sampah itu, susahnya bagaimana. Minta perhatiannya saja,” imbuhnya pelan. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas