Kota Malang

1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa

Diterbitkan

-

PEDAGANG: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, dan Kepala OPD saat meninjau Pedagang di Pasar Induk Gadang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Sekitar 1.270 pedagang di Pasar Induk Gadang akan direlokasi ke lahan baru di sisi selatan pasar. Relokasi itu dilakukan, untuk menata ulang kawasan sekaligus membuka kembali fungsi jalan dan jembatan yang selama ini terganggu aktivitas perdagangan di tepi jalan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa progres pembangunan lokasi relokasi saat ini telah mencapai sekitar 50 sampai 60 persen. “Yang dibangun terlebih dahulu adalah petak di bagian belakang untuk menampung pedagang yang terdampak penataan jalan di depan,” ujar Eko, Senin (23/02/2026) tadi.

Lahan relokasi itu, tambahnya, disediakan sekitar 6.500 meter persegi dengan berstatus sewa milik pribadi dan biaya sekitar Rp 133 juta pertahun serta kontrak selama tiga tahun. Dalam hal ini, Pemkot Malang memfasilitasi untuk proses sewanya dan diberikan kepada pedagang, sementara untuk penataan kiosnya dilakukan secara swadaya oleh paguyuban pedagang.

“Di lokasi baru itu, pedagang juga akan ditata berdasarkan zonasi sesuai standar SNI Pasar Rakyat. Seperti pemisahan area buah, ikan dan kebutuhan pokok agar lebih tertib dan nyaman bagi pembeli,” katanya.

Advertisement

Relokasi tahap pertama, lanjutnya, ditargetkan selesai setelah Lebaran. Pedagang yang selama ini berjualan di tepi jalan dan jembatan, akan dipindahkan ke area baru tersebut.

Baca juga :

“Ini menjadi atensi prioritas untuk mengfungsikan kembali jalan dan jembatan, yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Mudah-mudahan, setelah tahun 2026 ini sudah bisa difungsikan kembali secara normal,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menargetkan H+7 Lebaran, semua pedagang harus sudah pindah. Sehingga, tidak ada lagi pedagang-pedagang yabg berjualan dipinggir jalan.

“Harapannya, Maret sudah pindah semua. Sehingga sudah tidak ada lagi pedagang di tepi jalan,” ucap Wali Kota Wahyu.

Advertisement

Pihaknya juga memastikan, fasilitas pendukung di lokasi baru telah disiapkan, termasuk akses keluar masuk kendaraan. Termasuk, area bongkar muat serta titik penyeberangan yang aman. Nantinya, aktivitas jual beli tidak lagi diperbolehkan langsung di pinggir jalan karena untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan.

“Jadi sudah saya pastikan, tidak boleh ada kegiatan sama sekali di sana (pinggir jalan), termasuk menyeberang pun nanti dalam tembok ini. Jadi tidak langsung, kalau tidak kita pagar atau tembok, mereka kan langsung terabas saja. Nah, ini kita akan atur,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas