Kota Malang
Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meninjau langsung kesiapan lokasi pemindahan pedagang Pasar Induk Gadang, pada Senin (23/02/2026) tadi. Peninjauan dilakukan, untuk memastikan proses relokasi berjalan sesuai dengan rencana, agar proyek penataan jalan dapat segera dimulai.
Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa pemindahan pedagang di tepi jalan utama harus dipastikan tuntas. Karena, hal itu menjadi syarat pencairan proyek yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Proses lelang pembangunan baru bisa dilakukan setelah lokasi benar-benar bersih. Kalau lahannya sudah clear dan pedagang sudah pindah semua, baru proses pelelangan bisa dimulai,” ujar Wali Kota Wahyu.
Dikatakannya, bahwa Pemkot Malang akan membangun jalan kembar dengan median yang terhubung langsung ke dua jembatan di kawasan tersebut. Untuk desainnya, juga akan direvisi dengan menambahkan pagar atau tembok di median, sesuai masukan pedagang.
Baca juga :
“Itu dilakukan untuk mencegah penyeberangan liar dan aktivitas jual beli langsung di tepi jalan yang berpotensi menghambat arus lalu lintas. Untuk nilainya Rp 14,95 miliar, yang mencakup median dan sirip-siripnya,” tambahnya.
Selain itu, akan disediakan jalur pejalan kaki sekitar 1,5 meter di belakang pagar sebagai area transaksi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kendaraan. “Mudah-mudahan nanti untuk pembangunan jalannya itu bisa termasuk juga selain median, juga ada pagar temboknya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa progres kesiapan lokasi pemindahan pedagang sudah mencapai 50 hingga 60 persen. Dipastikan pedagang dapat pindah ke lokasi tersebut H+7 Lebaran Idul Fitri.
“Sudah sekitar 50 persen sampai 60 persen lah. Setelah lebaran nanti mereka dipastikan pindah. Karena itu menjadi atensi prioritas pembangunan jalan dan jembatan yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Mudah-mudahan setelah tahun 2026 ini sudah bisa difungsikan kembali secara normal,” imbuh Eko. (rsy/sit)











