Kota Malang
Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok

Memontum Kota Malang – Meski dikenal sebagai kota pendidikan dan jasa, Kota Malang ternyata memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Secara keseluruhan atau total, ada sekitar 65 hektare lahan cabai yang tersebar di sejumlah wilayah, yang dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa di Kecamatan Kedungkandang terdapat sekitar 40 hektare lahan pertanian cabai, sementara di wilayah Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, terdapat sekitar 25 hektare. “Walaupun Kota Malang ini kota, kita masih punya hamparan lahan yang cukup luas. Dengan potensi ini seharusnya kita tidak terlalu kesulitan menjaga ketersediaan cabai dan ayam potong,” ujar Wali Kota Wahyu, seusai melakukan tinjauan di Poktan Cabai Lesanpuro dan Peternak Ayam Ras, Rabu (04/03/2026) tadi.
Baca juga :
Wali Kota Wahyu juga telah melakukan diskusi langsung dengan petani, terkait harga jual dan potensi panen. Saat ini, harga jual cabai di tingkat petani berkisar Rp 80 ribu perkilogram, sementara harga di pasar masih menembus Rp 100 ribu. Sehingga, dalam hal ini menurutnya penting melihat kondisi dari sisi hulu sebelum mengambil kebijakan.
“Sehingga keseimbangan harus dijaga agar petani tetap memperoleh keuntungan, namun harga di tingkat konsumen tidak memberatkan,” katanya.
Selain cabai, TPID Kota Malang juga memantau produksi ayam potong sebagai komoditas strategis yang permintaannya meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. “Kita lihat hulunya dulu, kita diskusi dengan petani dan peternak. Setelah itu baru kita lihat hilirnya di pasar. Dari situ TPID akan menentukan langkah yang tepat,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)












