Kota Malang

Stabilkan Harga Cabai Rawit, Wali Kota Malang Tinjau WTI di Pasar Blimbing

Diterbitkan

-

WTI: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau keberadaan Warung Tekan Inflasi (WTI) yang ada di Pasar Blimbing. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung keberadaan Warung Tekan Inflasi (WTI) yang ada di Pasar Blimbing, Selasa (02/06/2026) tadi. Keberadaan WTI tersebut, menjadi bentuk intervensi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menstabilkan harga cabai yang dalam beberapa pekan terakhir yang mengalami kenaikan signifikan.

Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa harga cabai rawit sebelumnya sempat menembus Rp 120 ribu perkilogram. Melalui WTI, harga cabai keriting dan cabai rawit dijual Rp 40 ribu perkilogram, sedangkan cabai besar Rp 45 ribu perkilogram.

“Alhamdulillah, sejak Warung Tekan Inflasi dibuka, sudah langsung mempengaruhi harga cabai yang sebelumnya melambung tinggi. Kemarin saat dicek Bu Gubernur di Pasar Klojen harganya mencapai Rp 120 ribu per kilogram, sekarang di pasaran sudah turun menjadi sekitar Rp 70 ribu,” ujar Wali Kota Wahyu.

Pasokan cabai yang dijual di WTI, diperoleh melalui Kerja Sama antar Daerah (KAD) dengan Kabupaten Lumajang. Pemkot Malang membeli cabai langsung dari daerah penghasil dan menjualnya kembali kepada masyarakat tanpa mengambil keuntungan.

Advertisement

Baca juga :

“Kami membeli cabai dari Lumajang dan menjualnya dengan harga yang sama. Tujuannya bukan mencari keuntungan, tetapi menjaga stabilitas harga di Kota Malang,” katanya.

Sejak dibuka, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hingga saat ini, sekitar 2,5 ton cabai telah terjual. Untuk memastikan distribusi merata, pembelian dibatasi maksimal dua kilogram per orang dengan menunjukkan KTP.

“Mudah-mudahan minggu depan harga cabai bisa turun lagi dan mendekati harga yang kami jual. Kalau nanti terjadi kenaikan lagi, kami siap melakukan intervensi kembali,” tegasnya.

Wali Kota Wahyu menambahkan, keberadaan WTI di dalam area pasar dinilai lebih efektif dibandingkan lokasi lain karena dampaknya dapat langsung dirasakan pedagang dan konsumen. Kehadiran warung tersebut juga mendorong pedagang menyesuaikan harga jual agar tetap kompetitif.

Advertisement

“Sementara ini ada di dua lokasi yaitu Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo sudah cukup, karena pengaruhnya langsung terasa. Ketika Warung Tekan Inflasi ada di pasar, otomatis harga di pasar ikut bergerak turun,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas