Kota Malang
Sasar 200 Warga, Dinkes Kota Malang Gencarkan Screening TBC dengan Mobile X-Ray

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggencarkan deteksi dini Tuberkulosis (TBC) melalui layanan Mobile X-Ray, yang keliling ke berbagai kelurahan Kota Malang. Program tersebut, ditargetkan berlangsung hingga September 2026, dengan sasaran 200 warga menjalani pemeriksaan setiap harinya.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mempercepat penemuan kasus TBC di Kota Malang. “Hari ini kami melaksanakan deteksi dini melalui screening, untuk kontak erat pasien TBC dan kelompok masyarakat yang berisiko. Kegiatan ini dilakukan, untuk mendekatkan layanan sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pemeriksaan,” ujar Meifta, dalam kegiatan screening TBC di Balai RW Sukun, Rabu (03/06/2026) tadi.
Ditambahkannya, bahwa pemeriksaan tidak hanya menyasar keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC. Namun, juga penderita diabetes melitus, anak usia di atas tiga tahun yang mengalami gizi buruk, serta kelompok rentan lainnya.
Dalam sehari, ujarnya, Mobile X-Ray ditargetkan mampu melayani sekitar 200 warga dengan pemeriksaan foto rontgen dada atau thoraks. Hasil pemeriksaan dapat diketahui pada hari yang sama dan peserta yang terindikasi TBC akan menjalani pemeriksaan lanjutan di puskesmas menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM).
Baca juga :
“Hasilnya langsung keluar. Kalau ditemukan indikasi TBC, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas,” tambahnya
Program tersebut, telah berjalan sejak April 2026 dan menjangkau 28 kelurahan di Kota Malang. Ke depan, Dinkes akan melanjutkan kegiatan serupa ke kelurahan lainnya secara bertahap. Bahkan, beberapa kelurahan lain berpotensi mendapatkan kunjungan lebih dari satu kali.
“Itu karena menyesuaikan jumlah warga berisiko yang perlu menjalani pemeriksaan,” katanya.
Meifta berharap, masyarakat bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, terutama bagi mereka yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, hingga riwayat kontak erat dengan penderita TBC. “Deteksi dini menjadi kunci. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat ditangani dan peluang penularan bisa ditekan,” tuturnya.
Sementara itu, warga RT 02 RW 03 Kelurahan Sukun, Aril, mengaku memanfaatkan layanan screening karena ingin mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Terlebih, dia pernah memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit serupa.
“Sebagai orang awam, minimal kita harus tahu kondisi kesehatan sejak dini. Apalagi dengan cuaca seperti sekarang, penularan TBC atau penyakit batuk lainnya cukup rentan,” imbuh Aril. (rsy/sit)










