Kota Malang
Perbaikan Jalan Pasar Gadang di Mulai, Dishub Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan perbaikan Jalan Gadang-Bumiayu dan Jalan Pasar Gadang. Nantinya, rekayasa disiapkan secara situasional agar dapat berjalan tanpa harus menutup akses jalan secara total.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas nantinya akan menyesuaikan tahapan pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan. Pasalnya, proyek dilakukan secara bertahap atau segmental sehingga tidak seluruh ruas jalan dikerjakan dalam waktu bersamaan.
“Terkait pelaksanaan pembangunan Jalan Pasar Gadang dan Jalan Bumiayu, ada dua sisi yang diperbaiki. Penataannya sifatnya situasional, disesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (15/06/2026) tadi.
Jaya menjelaskan, pada tahap pertama pekerjaan akan dilakukan di sisi timur Jalan Pasar Gadang. Setelah itu, pengerjaan akan bergeser ke sisi lainnya secara bergantian. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Dishub akan memasang banner dan berbagai informasi di sejumlah titik strategis agar masyarakat mengetahui perubahan arus lalu lintas lebih awal.
“Kami akan memberikan informasi lebih awal kepada masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas di kawasan Pasar Gadang,” katanya.
Baca juga :
Meski terdapat pekerjaan konstruksi di badan jalan, Jaya memastikan tidak akan ada penutupan jalan secara total. Akses masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan sekitar Pasar Gadang, tetap akan diupayakan agar tidak terganggu.
“Kemungkinan tidak akan terjadi penutupan 100 persen. Tidak. Tapi diatur sedemikian rupa sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan akses jalan,” tegasnya.
Jaya menambahkan, Dishub bersama DPUPRPKP Kota Malang telah melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat dan pelaku aktivitas di kawasan Pasar Gadang. Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diminta bersabar karena potensi gangguan lalu lintas tetap akan terjadi.
“Konsekuensinya masyarakat diharapkan bersabar selama proses pembangunan ini. Kemungkinan tidak akan terjadi penutupan 100 persen. Tapi diatur sedemikian rupa,” imbuh Jaya.
Sebagai informasi, proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 172 hari kalender. Yakni mulai 15 Juni 2026 hingga akhir November 2026. (rsy/sit)











