Kota Malang

Respon Aspirasi Sopir Angkot, Dishub Kota Malang Siap Bahas Ulang Penempatan Halte Koridor 2

Diterbitkan

-

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (ist)

Memontum Kota Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang merespons aspirasi para sopir Angkutan Kota (Angkot) yang menolak pengoperasian Koridor 2 Trans Jatim. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, memastikan berbagai masukan dari para sopir itu nantinya akan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Jaya, itu mengatakan bahwa pembahasan yang dilakukan, nantinya akan difokuskan pada titik-titik yang berpotensi berhimpitan dengan trayek Angkot. Terlebih, sebelumnya Pemkot Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah dua kali melakukan pembahasan awal mengenai rencana Koridor 2, namun untuk pembahasan teknis secara rinci, termasuk penempatan halte, masih akan dilakukan.

“Kami harus melakukan diskusi terlebih dahulu dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait jalur-jalur yang nantinya berhimpitan dengan rencana Koridor 2,” ujar Jaya, saat ditemui, Kamis (25/06/2026) tadi.

Jaya mengaku salah satu masukan utama dari sopir Angkot yakni terkait penempatan halte. Karena itu, Dishub Kota Malang meminta agar lokasi halte pada Koridor 2 nantinya dibahas bersama sehingga tidak menimbulkan gesekan dengan Angkot.

Advertisement

Baca juga :

“Penempatan halte-halte ini harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan mempertimbangkan angkutan kota. Harapannya tidak terlalu banyak gesekan,” katanya.

Namun, Jaya juga menegaskan usulan tersebut bukan berarti seluruh halte harus dibuat berjauhan atau hanya berada di terminal. Pemerintah juga harus tetap mengutamakan kemudahan akses bagi masyarakat pengguna transportasi umum.

“Yang paling utama adalah masyarakat sebagai pengguna jasa Trans Jatim. Jangan sampai kalau haltenya terlalu jauh justru menyulitkan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Advertisement

Sementara itu, terkait kekhawatiran dampak Koridor 2 terhadap Angkot, Jaya menilai potensi tumpang tindih trayek tidak sebesar Koridor 1. Sebab, rute yang direncanakan lebih banyak berada di kawasan pinggiran kota.

“Kalau Koridor 1 memang lebih banyak berhimpitan karena melewati tengah kota. Koridor 2 ini sebenarnya lebih sedikit himpitannya,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas