Kota Malang
Dinsos Kota Malang Data 130 Calon Siswa untuk Sekolah Rakyat Menengah Atas

Memontum Kota Malang – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang mulai melakukam pendataan calon peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Hingga kini, sudah ada sebanyak 130 calon siswa yang telah terdata dan akan mengikuti proses seleksi administrasi dari Kementerian Sosial.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, mengatakan bahwa pendataan dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Meski Sekolah Rakyat permanen di Kota Malang belum dibangun, proses rekrutmen calon siswa tetap berjalan.
“Sampai saat ini laporan dari teman-teman PKH sudah terdata sekitar 130 calon murid baru yang nanti juga akan melalui proses seleksi administrasi,” ujar Donny, Selasa (23/06/2026) tadi.
Kemudian, dikatakannya bahwa kuota yang disiapkan untuk SRMA ada sebanyak tiga Rombongan Belajar (Rombel) atau sekitar 75 siswa. Namun, karena gedung Sekolah Rakyat Kota Malang belum tersedia, maka siswa yang naik ke jenjang berikutnya akan dipindahkan ke Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di daerah lain.
Baca juga :
“Informasi dari Kementerian Sosial, siswa SRMA yang naik jenjang ini akan dititipkan di Sekolah Rakyat yang sudah terbangun permanen, bisa di Kabupaten Malang, Kota Blitar, atau Kabupaten Blitar,” katanya.
Sementara itu, untuk penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), hingga kini masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementerian Sosial. “Kalau SRMP sampai sekarang masih belum ada petunjuk dari Kementerian Sosial untuk perekrutan,” ucapnya.
Donny berharap, pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Malang dapat diputuskan pada tahun ini. Sehingga, ke depan siswa dari Kota Malang tidak lagi harus belajar di daerah lain.
“Harapan kami sekitar bulan Juli sudah ada keputusan terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Malang. Komitmen kami, sekolah ini segera terbangun agar bisa melayani masyarakat Kota Malang, baik jenjang SMP maupun SMA dalam satu kawasan di Arjowinangun,” imbuh Donny. (rsy/sit)










