Kota Malang

Inflasi Kota Malang Tetap Terkendali, Kenaikan BBM dan Ongkos Transportasi Jadi Pemicu Utama

Diterbitkan

-

INFLASI: Kenaikan harga BBM yang turut mempengaruhi laju inflasi Kota Malang pada Juni 2026. (ist)

Memontum Kota Malang – Laju inflasi Kota Malang pada Juni 2026 masih berada dalam kondisi terkendali, meski mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan tarif angkutan udara selama libur sekolah, menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada periode tersebut.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,16 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Timur sebesar 3,36 persen maupun nasional sebesar 3,34 persen. Sementara secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi mencapai 0,34 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 1,66 persen.

“Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan Juni. Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan tarif angkutan udara pada masa libur sekolah menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan inflasi di Kota Malang,” ujar Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Sabtu (04/07/2026) tadi.

Selain transportasi, inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga bawang merah dan bawang putih, akibat terbatasnya pasokan menjelang masa panen serta meningkatnya biaya impor. Namun, tekanan inflasi masih tertahan oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan. Diantaranya, seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, hingga udang basah yang mengalami penurunan harga sehingga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Advertisement

“Namun secara bulanan inflasi Kota Malang juga masih lebih rendah dibandingkan Kota Surabaya yang mencatat inflasi sebesar 0,46 persen pada periode yang sama,” tambahnya.

Baca juga :

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, menilai kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga di Kota Malang masih terjaga di tengah meningkatnya tekanan inflasi di tingkat regional maupun nasional. Kenaikan harga bensin terjadi setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Sementara kenaikan tarif angkutan udara dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat selama libur sekolah.

“Secara tahunan inflasi Kota Malang masih lebih rendah dibandingkan Jawa Timur maupun nasional. Ini menunjukkan perkembangan harga di Kota Malang tetap terkendali,” ucap Indra.

Ditambahkannya, bahwa pengendalian inflasi tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Selama Juni 2026, TPID bersama Bank Indonesia juga telah melakukan berbagai langkah pengendalian.

Advertisement

“Pengendalian yang kami lakukan mulai dari pemantauan harga bahan pangan pokok, rapat koordinasi teknis untuk mengantisipasi dampak penyesuaian harga BBM, penguatan koordinasi distribusi pangan, hingga mengikuti rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Malang akan terus memperkuat implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) serta optimalisasi strategi 4K guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.

“Kami akan terus memperkuat sinergi agar inflasi tetap berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen sehingga mampu mendukung stabilitas perekonomian dan pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh Indra. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas