Probolinggo

Pemkot Probolinggo Lakukan Nota Kesepakatan dan Launching 9 Inovasi Layanan bersama Pengadilan Agama

Diterbitkan

-

KESEPAKATAN: Wali Kota Probolinggo saat penandatanganan nota kesepakatan. (pemkot for memontum)

Memontum Kota Probolinggo – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo bersama Pengadilan Agama Kota Probolinggo, melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Peningkatan Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak, yang berlangsung saat penyelenggaraan Diskusi Hukum Koordinator Wilayah Pengadilan Agama se-Malang Raya, Jumat (10/07/2026) tadi. Pelaksanaan itu, dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Zulkarnain, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Andes Arifin, Ketua Koordinator Wilayah Pengadilan Agama Malang, Nurul Maulidah, Ketua Pengadilan Agama Kota Probolinggo, Ahmad Fauzi, para ketua, wakil ketua, hakim, panitera dan sekretaris Pengadilan Agama se-Koordinator Wilayah Malang.

Ketua Pengadilan Agama Se Koordinator Wilayah Malang, Nurul Maulidah, mengatakan bahwa diskusi hukum tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas aparatur peradilan agama agar mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional, berkeadilan dan berintegritas. “Kegiatan ini, merupakan ikhtiar kami untuk terus meningkatkan kapasitas aparatur peradilan agama. Berbagai inovasi telah kami lakukan, hingga hari ini meluncurkan sembilan inovasi layanan dari tujuh Pengadilan Agama se-Koordinator Wilayah Malang. Semua itu, merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Nurul.

Dirinya juga menambahkan, inovasi yang diluncurkan, diharapkan mampu mempercepat akses pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan peradilan agama.

Sementara itu, Wali Kota Aminuddin menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Probolinggo, sebagai tuan rumah kegiatan diskusi hukum. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kota dan Pengadilan Agama selama ini telah melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Advertisement

“Hampir setiap forum koordinasi pembangunan selalu dihadiri Pengadilan Agama. Dari sinergi tersebut lahir berbagai inovasi seperti ‘Amin Sigap’ untuk pencegahan perkawinan anak dan Top Cerdik yang membantu pemberdayaan perempuan pascaperceraian. Program-program ini, terbukti memberikan dampak positif bagi perlindungan perempuan dan anak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wali Kota Aminuddin.

Baca juga :

Dirinya juga menjelaskan, melalui kolaborasi lintas sektor, angka permohonan dispensasi kawin di bawah usia 19 tahun terus ditekan melalui pendampingan keluarga yang melibatkan Pengadilan Agama, Dinas Sosial, DP3A, pemerintah kelurahan hingga RT/RW. Upaya tersebut, turut mengantarkan Kota Probolinggo meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak kategori Utama.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Aminuddin juga mempromosikan berbagai potensi Kota Probolinggo, pada sekitar 130 peserta dari tujuh daerah yang hadir. Menurutnya, kegiatan berskala regional seperti ini memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perhotelan, kuliner hingga pelaku UMKM.

“Kami menyambut baik apabila kegiatan seperti ini kembali dilaksanakan di Kota Probolinggo. Selain memperkuat kolaborasi antarinstansi, kegiatan ini juga memberikan multiple effect terhadap perekonomian daerah. Kami ingin setiap tamu yang datang tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga menikmati kuliner, destinasi wisata, dan keramahan masyarakat Kota Probolinggo,” imbuhnya.

Advertisement

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Zulkarnain, menegaskan bahwa diskusi hukum yang dilaksanakan secara maraton di tujuh koordinator wilayah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas putusan dan pelayanan peradilan agama. “Diskusi hukum bukan untuk mencari pembenaran, melainkan mencari kebenaran. Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar selama dilandasi argumentasi ilmiah. Dari hasil diskusi inilah nantinya akan lahir rekomendasi serta buku ilmiah yang menjadi bagian dari peringatan 50 tahun Pengadilan Tinggi Agama Surabaya,” jelasnya.

Selain penandatanganan nota kesepakatan, kegiatan juga diisi dengan launching sembilan inovasi layanan dari tujuh Pengadilan Agama se-Koordinator Wilayah Malang, sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat. Peluncuran sembilan inovasi layanan Pengadilan Agama se-Koordinator Wilayah Malang itu, diresmikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya bersama Wali Kota Probolinggo dan Ketua Koordinator Wilayah Malang.

Momentum tersebut, menjadi penegasan komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan hukum yang adaptif, inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Rangkaian kegiatan sendiri, ditutup dengan diskusi hukum bertajuk ‘Penguatan Wawasan Keilmuan dan Kompetensi Teknis Yudisial yang Berkeadilan dalam Mewujudkan Peradilan Agama Bermartabat’ bersama Penyaji PA Kab. Malang dan PA Bangil. (kom/pro/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas