Kota Malang

Atasi Tumpukan Sampah di Tepi Jalan Muharto, DLH Kota Malang Cari Lokasi TPS Pengganti

Diterbitkan

-

SAMPAH: Tumpukan sampah yang ada di tepi Jalan Muharto, Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Tumpukan sampah di tepi Jalan Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, masih terlihat menggunung meski di lokasi tersebut telah terpasang papan bertuliskan larangan atau ‘Dilarang Membuang Sampah di Area Ini’. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akan mulai mencari lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) pengganti yang lebih representatif.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa papan larangan tersebut sebenarnya sudah lama dipasang. Namun, TPS lama di kawasan tersebut sudah tidak lagi berfungsi karena bangunannya dimanfaatkan sebagai tempat tinggal sementara.

“TPS yang lama sudah tidak berfungsi. Selama kurang lebih 20 tahun, akhirnya masyarakat membuang sampah di pinggir jalan, sehingga terjadi penumpukan dan petugas DLH mengambil sampah dari lokasi itu,” ujar Raymond, Senin (29/06/2026) tadi.

Saat ini, tambahnya, petugas DLH masih melakukan pengangkutan sampah setiap pagi dengan sistem sampah dari gerobak langsung dipindahkan ke truk. Pengangkutan ditargetkan selesai sebelum pukul 11.00 WIB agar tumpukan sampah tidak bertahan terlalu lama.

Advertisement

Baca juga :

Meski begitu, DLH menilai penanganan tersebut hanya bersifat sementara. Karena itu, saat ini tengah dilakukan identifikasi sejumlah lahan milik Pemkot Malang di sekitar Jalan Muharto hingga kawasan dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Polehan sebagai alternatif lokasi TPS.

“Ke depan tetap kami cari lokasi pengganti untuk TPS tersebut. Tempatnya masih kami cek, harapannya di sekitar Jalan Muharto atau dekat kawasan pemakaman Polehan dan merupakan aset milik Pemkot,” katanya.

Raymond menegaskan, bahwa lokasi TPS baru harus tetap berada tidak jauh dari permukiman warga. Sebab jika terlalu jauh, dikhawatirkan masyarakat kembali membuang sampah ke sungai.

Advertisement

“Kami mencari lokasi yang tidak terlalu jauh. Jangan sampai karena aksesnya jauh, masyarakat yang sekarang sudah sadar tidak membuang sampah ke sungai justru kembali membuang sampah ke sungai,” imbuh Raymond. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas