Kota Malang
Baru Empat Bulan Diresmikan, Playground dan Dry Fountain Alun-Alun Merdeka Kota Malang Rusak

Memontum Kota Malang – Baru empat bulan diresmikan, fasilitas playground dan dry fountain atau air mancur di Alun-Alun Merdeka Kota Malang mengalami kerusakan.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa kerusakan playground bukan terjadi pada fasilitas baru. Namun, pada modul lama yang sebelumnya hanya diperbaiki sesuai perencanaan awal.
“Jadi, playground inikan ada beberapa tempat. Sebagian diganti baru, sementara sebagian lainnya hanya dilakukan perbaikan. Karena pada tahap perencanaan di tahun 2024 kondisi modul dinilai masih layak diperbaiki, namun pada tahun 2025 ternyata kerusakan modul lama itu semakin melebar,” ujar Raymond, Senin (04/05/2026) tadi.
Dikatakan Raymond, bahwa dalam dokumen anggaran pekerjaan yang tercantum adalah perbaikan, bukan penggantian. Karena itu modul lama tetap diperbaiki, meskipun kondisinya tidak lagi optimal. Material playground berbahan resin juga membuat daya tahannya berkurang setelah mengalami kerusakan patah sebelumnya. Meski begitu, pihak kontraktor pelaksana akan melakukan perbaikan karena fasilitas masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Vendor akan melakukan perbaikan. Tapi, jaminan ketahanan pasca perbaikan memang tidak bisa maksimal karena kondisi awalnya sudah rusak,” tuturnya.
Baca juga :
Menurutnya, kerusakan itu juga dipengaruhi karena minimnya pengawasan saat anak-anak bermain. Apalagi, sejumlah anak menggunakan fasilitas permainan tidak sesuai fungsi, seperti melompat-lompat di ujung perosotan yang seharusnya hanya digunakan untuk meluncur.
“Seharusnya ada pengawasan, karena ada anak-anak yang memanjat atau meloncat di bagian yang tidak semestinya,” katanya.
Ke depan, nantinya direncanakan menerapkan sistem pembatasan waktu bermain melalui mekanisme tiket gratis agar terjadi pergantian pengguna. “Kalau gratis pengunjung cenderung berlama-lama. Nanti kemungkinan kita buat sistem seperti di mal, ada batas waktu bermain supaya anak-anak bisa bergantian,” tambahnya.
Selain itu, fasilitas dry fountain juga belum dapat digunakan akibat gangguan teknis setelah hujan deras mengguyur kawasan alun-alun. Menurut Raymond, sistem air mancur kering seharusnya tidak terendam air. Namun, banjir menyebabkan pompa air kemasukan air, sehingga harus dikeringkan terlebih dahulu.
“Saat hujan lebat kemarin, area mesin kebanjiran sehingga pompanya terdampak. Sekarang sedang dikeringkan dan diperbaiki,” ucapnya.
Sehingga, beberapa fasilitas tersebut kini masih dalam tahap perbaikan. Untuk area playground akan ditutup selama beberapa hari ke depan, sementara dry fountain ditargetkan dapat kembali beroperasi pada pekan depan setelah proses perbaikan selesai.
“Mudah-mudahan untuk dry fountain minggu depan sudah bisa,” imbuh Raymond. (rsy/sit)











