Blitar
Belasan Kasus LSD pada Hewan Ternak Menyebar di Empat Kecamatan di Blitar

Memontum Blitar – Sebanyak 11 kasus Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang hewan ternak sapi dan kerbau, terdeteksi di Kabupaten Blitar. Kasus LSD tersebut, ditemukan di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Talun, Gandusari, Wonotirto dan Kecamatan Binangun.
Hal tersebut, diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin. Dijelaskannya, pada awal tahun 2023, hanya ada lima kasus tersebar di Kecamatan Talun dan Gandusari. Kini, ditemukan empat kasus baru di Binangun dan Wonotirto.
“Kasus yang awal sudah sembuh. Namun kini ada kasus baru lagi wilayah Binangun dan Wonotirto,” kata Nanang Miftahudin, Selasa (07/03/2023) tadi.
Baca juga:
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
Lebih lanjut Nanang menjelaskan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, terus melakukan vaksinasi dan pemantauan di lokasi sekitar ditemukannya kasus LSD. “Kami terus melakukan upaya pengendalian. Dan sejauh ini, efektif. Kalau ada kasus, bahkan langsung dilakukan vaksinasi di ring pertama atau radius 1 kilometer dari titik lokasi,” jelasnya.
Nanang menjelaskan, penularan LSD berbeda dengan PMK. Jika PMK bisa menukar melalui udara, LSD menular melalui perantara seperti nyamuk atau lalat. “Beberapa tanda hewan terpapar LSD, diantaranya terdapat bentol-bentol pada kulit sapi berukuran 1-7 centimeter. Biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, dan ekor. Bahkan kasus berat bentolan tersebut dapat ditemukan di hampir seluruh bagian tubuh,” tambahnya. (jar/gie)
















