Kabupaten Malang
Kiai dan Takmir di Kepanjen Tolak Kekerasan Ajak Jaga NKRI

Memontum Malang – Beredar video-video penolakan bentuk kekerasan terkait penyelesaian sengketa hasil Pilpres 2019 di Kabupaten Malang, termasuk wilayah Kecamatan Kepanjen sejak beberapa hari terakhir.
Seperti disampaikan KH Mudhofir, pengasuh Pondok Pesantren Al Karomah, yang berada di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
KH Mudhofir turut menyatakan tegas menolak segala bentuk kekerasan dan menentang perselisihan hasil sidang MK terkait Pilpres 2019.
“Kami menentang perselisihan dan berharap warga dan masyarakat Indonesia, terus membangun fisik serta mental, sehingga Kabupaten Malang tetap aman berkembang,… NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) harga mati,” tutur KH Mudhofir dalam video rekamannya.
Senada, disampaikan seorang takmir Masjid Baitul Muttaqin, yang berada di Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen juga menolak keras perselisihan tentang hasil Pilpres 2019.
Takmir ini tegas menghimbau kepada semua masyarakat agar menghindari segala tindak kekerasan dan menolak atau tidak terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
“Kami menolak segala upaya yang mengarah segala bentuk kekerasan terkait hasil Pilpres 2019 dan mari menjaga kesatuan NKRI, ” tegasnya.
Di media sosial, baik grup WhatsApp, Fesbuk, tagar penolakan kerusuhan dan ajakan menjaga NKRI beredar di Kabupaten Malang. Begitu pula di wilayah Kepanjen.
Tagar-tagar itu diantaranya, #TolakKerusuhan, #NKRICintaDamai, #MasyarakatMalangTolakRusuh,
#MasyarakatJatimTolakRusuh dan #MalangCintaDamai. (sos)
















