Kota Malang

Kolaborasi Apik Bapenda Kota Malang Optimalkan Operasi Gabungan Jadi Edukasi untuk Wajib Pajak

Diterbitkan

-

EDUKASI: Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pajak Daerah Bapenda Kota Malang, Syarif Hidayat, saat pelaksanaan operasi gabungan dan memberikan edukasi. (bapenda for memontum)

Memontum Kota Malang – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, dalam mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak daerah, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Salah satunya, yaitu dengan memanfaatkan pelaksanaan Operasi Gabungan (Opsgab) di sejumlah titik Kota Malang, dengan memberikan edukasi bagi wajib pajak (WP) atau pemilik kendaraan.

Kepala Bapenda melalui Kepala Bidang Pengendalian Pajak Daerah Bapenda Kota Malang, Syarif Hidayat, menyampaikan bahwa Opsgab itu dilakukan bersama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Samsat Malang Kota, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur, Jasa Raharja dan pihak Kepolisian. Tentunya kegiatan Opsgab tidak hanya sekadar penertiban, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada WP.

“Operasi gabungan yang diselenggarakan oleh Samsat Malang Kota ini melibatkan Bapenda Kota Malang, Dishub Provinsi, Jasa Raharja dan juga kepolisian. Jadi selain pengecekan surat-surat kendaraan, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar taat pajak,” jelas Syarif, Jumat (07/11/2025) tadi.

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya menegakkan aturan di lapangan, tetapi juga memberikan sosialisasi kepada pengendara yang masih menunggak pajak kendaraan. “Petugas kami membantu menunjukkan surat kendaraan yang sudah mati dan mengimbau agar segera melakukan pembayaran,” katanya.

Advertisement

Baca juga :

Untuk pembayaran PKB dan BBNKB, ujarnya, juga dapat dilakukan saat Bapenda Kota Malang melaksanakan program Sobo RW, Sambang Kelurahan, Sambang Perumahan, hingga program Sambang Wilayah. Sehingga itu memudahkan masyarakat dalam membayarkan PKB dan BBNKB.

“Selain itu, kalau dari Samsat Kota, itu ada kunjungan wilayah yang mekanismenya hampir sama, menyapa masyarakat secara langsung agar lebih paham pentingnya taat pajak,” ucapnya.

Kemudian, dikatakannya bahwa ada sebanyak 20 hingga 25 petugas Bapenda yang turun langsung ke lapangan di setiap harinya. Namun, itu tidak hanya mengingatkan mengenai PKB, tetapi juga berbagai jenis pajak lainnya. “Kami juga mengantarkan surat pemberitahuan dan himbauan bagi wajib pajak yang masih memiliki tunggakan,” tuturnya.

Advertisement

Sementara itu, untuk Opsgab sendiri dilaksanakan secara periodik sesuai koordinasi dengan Samsat Malang Kota. “Biasanya satu bulan sekali, kadang bisa dua kali. Kami menunggu surat dari Samsat dan siap berkolaborasi kapan pun dibutuhkan,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi Opsgab, Pemkot Malang berharap kesadaran masyarakat terhadap pajak kendaraan dapat terus meningkat. Sekaligus, memperkuat kontribusi pajak daerah terhadap pembangunan Kota Malang. (rsy/sit/adv)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas