Kota Malang
Kota Malang Terima Kunjungan Tim Wold Bank untuk Tinjau Usulan Proyek Drainase

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang mendapat kunjungan dari tim World Bank dan pemerintah pusat, dalam rangka survei lokasi usulan pembangunan sistem drainase perkotaan, melalui Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), Selasa (15/07/2025) tadi. Kunjungan tersebut, diawali dengan pertemuan di ruang sidang Balai Kota Malang, dengan pemaparan langsung kondisi riil dan tantangan drainase di Kota Malang oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Permukiman Rakyat (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi.
“Jadi kami bersyukur, karena Kota Malang menjadi salah satu daerah yang kami usulkan dalam program NUFReP. Dua lokasi yang kami ajukan adalah pembangunan drainase di Jalan Bondowoso-Tidar dan Jalan Letjen Sutoyo-Jagung Suprapto,” kata Dandung.
Menurutnya, pihak World Bank ingin memastikan bahwa dokumen yang telah dikirimkan sesuai dengan kondisi eksisting di lapangan. “Mereka mengecek kesiapan Pemkot Malang, baik secara teknis maupun administratif,” tambahnya.
Baca juga :
Ditargetkan, seluruh dokumen kelengkapan, termasuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), bisa rampung pada Juli 2025 ini. Sementara penyelesaian administrasi secara keseluruhan ditargetkan tuntas pada September 2025.
“Tantangan kami lebih pada penyediaan lahan. Karena sebagian lahan yang digunakan merupakan aset milik Pemkot Malang, namun saat ini masih digunakan oleh warga untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.
Apabila seluruh tahapan berjalan lancar, Dandung menargetkan proses pengadaan fisik bisa dimulai pada Oktober 2025. Dengan estimasi anggaran untuk pembangunan drainase di Jalan Bondowoso-Tidar sebesar Rp 90 miliar dan di Jalan Letjen Sutoyo-Jagung Suprapto sebesar Rp 60 miliar.
“Total anggaran dua lokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp 154 miliar,” imbuh Dandung.
Usai pemaparan, tim tersebut langsung meninjau salah satu lokasi rawan banjir di sekitar Jalan Bondowoso, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang diusulkan untuk intervensi awal dalam proyek pengendalian banjir berbasis tata ruang terpadu. (rsy/sit)










