Kota Malang
Libur Nataru, Volume Kendaraan di Kayutangan Heritage Naik 25 Persen

Memontum Kota Malang – Kepadatan volume kendaraan di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, atau kawasan Kayutangan Heritage, mengalami lonjakan selama libur Nataru. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memperkirakan, peningkatan itu terjadi sekitar 25 persen dari hari biasanya.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa kepadatan mulai terlihat sejak Jumat (26/12/2025) kemarin, terutama pada sore hingga malam hari. Berdasarkan hasil pemantauan melalui CCTV dan pengamatan langsung di lapangan, peningkatan volume kendaraan terjadi mulai pukul 16.00 WIB.
“Dari hasil monitoring kami, baik lewat CCTV maupun di lapangan, memang ada peningkatan volume kendaraan mulai jam empat sore. Di kawasan Kayutangan itu kenaikannya sekitar 25 persen dibanding hari biasa,” ujar Jaya-sapaannya, Sabtu (27/12/2025) tadi.
Ditambahkannya, bahwa kepadatan tidak terjadi di sepanjang ruas Jalan Basuki Rahmat saja, melainkan di sejumlah titik tertentu. Beberapa titik rawan kepadatan berada di sekitar Kayutangan Siganage hingga area kafe dan pertunjukan musik, termasuk di sekitar Jalan Semeru arah barat hingga kawasan Oleh-oleh Pia Mangkok.
Baca juga :
“Kepadatan itu spot-spot saja, bukan dari ujung Mojopahit sampai Semeru. Biasanya dari sekitar Gereja Kayutangan sampai area yang banyak aktivitas musik dan kafe,” tambahnya.
Menurutnya, kepadatan dipicu oleh meningkatnya aktivitas wisatawan serta kendaraan yang keluar-masuk area parkir. Proses mencari parkir dan kendaraan yang keluar dari kantong parkir turut menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.
“Ketika ada kendaraan roda empat keluar parkir, itu terjadi penundaan arus. Ditambah lagi penyeberang jalan yang cukup padat,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub Kota Malang telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan. Hingga saat ini, menurutnya juga belum diterapkan rekayasa lalu lintas khusus di kawasan tersebut.
“Belum ada rekayasa lalu lintas. Tapi kami perkirakan kepadatan masih akan terjadi, terutama di jam yang sama pada hari-hari libur berikutnya,” imbuh Jaya. (rsy/sit)















