Kota Malang

Optimis Ekonomi 2025 Terjaga, BI Malang Sebut Konsumsi hingga Pariwisata Jadi Penopang

Diterbitkan

-

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Dedi Prasetyo. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Kantor Perwakilan BI Malang memproyeksikan kinerja ekonomi di wilayah kerjanya tetap tumbuh solid pada tahun 2025. Bahkan, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Dedi Prasetyo, menyebut pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy).

Diuraikan Dedi, optimisme tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih kuat, investasi swasta maupun pemerintah. Kemudian, juga dorongan dari ekspor seiring perbaikan kondisi mitra dagang utama.

“Investasi infrastruktur dan program sosial, pariwisata, serta produktivitas pertanian juga jadi faktor pendorong,” jelasnya, Senin (22/09/2025) tadi.

Namun, menurutnya juga ada sejumlah faktor penahan pertumbuhan. Diantaranya, perubahan kebijakan ekonomi global, biaya operasional sektor publik dan swasta yang tinggi, hingga tantangan di sektor pertanian tebu.

Advertisement

Baca juga :

“Tebu ini banyak tantangannya. Harga gula pasir di tingkat konsumen tahun ini relatif rendah karena ada masuknya gula rafinasi ke pasar. Dampaknya stok gula di pedagang besar dan pabrik menumpuk, sehingga harga pembelian tebu turun. Implikasinya pendapatan petani ikut menurun,” katanya.

Hal tersebut, menurutnya perlu diperhatikan. Mengingat wilayah Malang, Pasuruan hingga Probolinggo, cukup banyak terdapat pabrik gula. Turunnya pendapatan petani dikhawatirkan akan memengaruhi daya beli masyarakat.

“Tetapi kami tetap optimis sektor pariwisata, konstruksi, perdagangan dan industri pengolahan bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di sisa 2025. Insyaallah semuanya masih positif,” tambahnya.

Sementara itu, outlook inflasi 2025 diproyeksikan tetap terkendali. Hal ini tidak lepas dari kolaborasi yang semakin baik dalam pengendalian inflasi pangan di daerah.

Advertisement

“Karena memang ada banyak hal dan kolaborasi dalam pengendalian inflasi yang semakin bagus. Sehingga ketika ada gejolak harga pangan, langsung bisa ditangani,” imbuh Dedi. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas