Kota Malang
Rindu Orang Tua, Dua Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 16 Kota Malang Sempat Kabur

Memontum Kota Malang – Dua siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang sempat kabur dari asrama sekolah, karena rindu dengan orang tua. Namun, keduanya kini telah kembali ke sekolah, karena sudah dijemput oleh tim dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang,
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi para siswa. “Anak-anak itu sebenarnya berkeinginan kuat untuk sekolah di SR. Cuma memang ada kalanya di awal-awal itu mereka penyesuaian, homesick dan sebagainya. Kaburnya itu karena mereka kangen dengan orang tuanya, tetapi ya mereka setelah ke rumah, setelah itu dijemput oleh tim kami untuk kembali lagi ke SR. Itu pun juga tidak sampai sehari, karena CCTV di SR kan sudah lengkap,” jelas Donny, Rabu (20/08/2025) tadi.
Menurut Donny, masa adaptasi biasanya memunculkan rasa rindu rumah pada sebagian siswa. Karena itu, regulasi baru kini diberlakukan, yakni orang tua diperbolehkan menjenguk di waktu tertentu serta membawa makanan kesukaan anak.
Baca juga :
“Kalau di awal-awal dulu, masa basis itu kan tiga bulan, di mana para siswa tidak boleh menerima kunjungan orang tua dulu, begitu pun orang tua juga tidak boleh mengunjungi anaknya. Nah sekarang ada regulasi yang kemudian dibuat, yaitu orang tua boleh menjenguk di jam-jam atau hari tertentu. Kemudian orang tua diperkenankan membawa makanan kesukaan anaknya di hari Minggu atau hari-hari tertentu,” tutur Donny.
Sementara itu, Kepala SRMP 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti, menegaskan bahwa masa awal siswa di asrama memang ditujukan untuk pembiasaan. Selama dua bulan pertama, kegiatan lebih difokuskan pada adaptasi dengan jadwal, lingkungan dan teman baru.
“Siswa kabur ini evaluasi dari minggu pertama dan ini wajar, sama seperti di pesantren atau sekolah berasrama lainnya. Alhamdulillah sekarang anak-anak sudah semakin kerasan, sudah bisa berteman dan beradaptasi dengan jadwal yang ada. Sudah mulai tertata,” imbuh Rida. (rsy/sit)










