Surabaya

Stikom Gelar Lomba Esai Nasional

Diterbitkan

-

LENSA 2018 : Pungky Wardhani Satu-satunya Peserta Lomba Esai Nasional Stikom Surabaya (LENSA) 2018 yang Tuna Netra Berasal Dari Universitas Brawijaya Malang, Selasa (30/10). Foto Memo X/rofido

Rupanya dari 20 peserta yang masuk menjadi finalis, terdapat salah satu yang berbeda diantara lainnya. Yaitu Pungky Wardhani, satu-satunya finalis yang menyandang disabilitas tuna netra.

Awalnya panitia LENSA tidak mengetahui adanya peserta yang berbeda, karena hanya melihat dari data yang terkumpul saja. Tetapi hal ini dirasa tidak ada masalah untuk terus melanjutkan, justru apresiasi dan kesanjunggan yang diberikan oleh panitia.

“Untuk peserta yang menyerang disabilitas, kita sangat mengapresiasi sekali. Bahwasanya dia mau, dan sudah berani bersaing dengan pihak-pihak lain yang normal yang bisa dibilang sempurna,” ujar Fahmi Andriansyah sebagai Ketua Panitia.

Fahmi juga mengatakan, jika daya juang Pungky sangat tinggi. Kenyataan itu yang bisa menjadi motivasi untuk peserta, panitia, juri dan semua masyarakat yang normal untuk dapat melihat rekannya yang disabilitas saja mampu menunjukkan jiwa kebhinekaannya dalam tulisan.

Advertisement

“Yang disabilitas saja giat buatnya (membuat esai lomba), kan perbedaan kenapa kita yang normal aja tidak seperti itu,” ucapnya.

Pungky Wardhani asal Universitas Brawijaya Malang ini, menuliskan esai dengan judul “Kesadaran Berkehidupan Inklusif”. Bagian dalam esainya, relawan disabilitas adalah relawan yang akan mendampingi disabilitas dalam memenuhi hak dalam transaksi.

“Selain masalah-masalah infrastuktur, kini malah ada relawan-relawan disabilitas. Mereka masih mau membantu disabilitas dan kepentingan internal, atau masalah disabilitas yang menjadi bagian organisasi,” kata Pungky.

Bhineka Tunggal Ika yang mencakup kesatuan antara SARA, tetapi melupakan kebhinekaan mengenai disabilitas. Pungky juga ingin masyarakat membayangkan ketika para penyandang disabilitas pergi keluar rumah dan mengakses layanan, yang ada mereka dituntut untuk mengakses secara mandiri. (est/ano/yan)

Advertisement

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas