Kota Malang
Tingkat Partisipasi Pilkada Kota Malang Menurun Signifikan di Bawah Rata-rata Nasional

Memontum Kota Malang – Tingkat partisipasi Pilkada serentak 2024 di Kota Malang mengalami penurunan signifikan dibandingkan saat Pilpres dan Pileg Februari 2024 lalu. Yakni, di angka 64 persen dan itu lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 68 persen.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Muhammad Toyyib, menyampaikan bahwa sebelumnya menargetkan tingkat partisipasi sebesar 83 persen. Itu karena, berkaca pada Pilpres dan Pileg yang mencapai 82 persen.
“Tingkat partisipasi kita untuk Pilwali dan Pilgub sama-sama 64 persen. Angka ini memang di bawah rata-rata nasional. Padahal kami menargetkan 83 persen, melihat pengalaman Pilpres kemarin yang mencapai 82 persen,” kata Toyyib, Selasa (03/12/2024) tadi.
Menurut Toyyib, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penurunan partisipasi pemilih. Salah satu alasan utama adalah jumlah kontestan yang jauh lebih sedikit dibandingkan Pilprea dan Pileg lalu. Hal ini berdampak pada terbatasnya ruang mobilisasi kampanye oleh pasangan calon (Paslon) untuk menjangkau pemilih.
Baca juga :
“Jumlah kontestan di Pilkada jauh lebih sedikit dibandingkan Pilpres. Dalam Pilpres dan Pileg lalu kan ada caleg DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kota, ditambah Pilpres. Ruang-ruang kampanye terisi penuh, sedangkan di Pilkada banyak ruang kosong yang tidak terisi oleh paslon,” ujarnya.
Selain itu, Toyyib juga menyoroti faktor rendahnya animo masyarakat sebagai penyebab utama penurunan partisipasi. “Animo masyarakat memang menjadi kendala besar. Banyak hal yang memengaruhi, seperti minat terhadap pasangan calon dan situasi sosial lainnya,” tambahnya.
Namun, Toyyib menegaskan bahwa aspek teknis seperti jumlah dan aksesibilitas Tempat Pemungutan Suara (TPS) bukanlah penyebab utama turunnya partisipasi. “Saya kira masalah TPS tidak terlalu berpengaruh. Tantangannya lebih pada keterbatasan kontestan dan mobilisasi pemilih,” imbuh Toyyib. (rsy/sit)











