Kota Malang

Trans Jatim Siap Beroperasi Akhir November 2025, Wali Kota Malang Sebut Libatkan Sopir Angkot

Diterbitkan

-

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (ist)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang memastikan bahwa Trans Jatim akan segera beroperasi di Kota Malang, tepatnya pada akhir November 2025 mendatang. Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa kepastian itu diketahui setelah Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menemui dirinya beberapa waktu lalu. “Kadishub Provinsi Jawa Timur ini datang menemui saya, menyampaikan akan ada beberapa jalur-jalur yang akan dilewati oleh Trans Jatim. Kami juga sudah sampaikan kepada para sopir Angkutan Kota (Angkot) dan paguyubannya. Mereka akan menerima dan mendukung, asal nasib dari para sopir Angkot ini diperhatikan,” jelas Wahyu, Sabtu (18/10/2025) tadi.

Kemudian, ditambahkannya bahwa nantinya seluruh kru Trans Jatim, mulai dari sopir hingga teknisi, akan direkrut dari kalangan paguyuban Angkot Kota Malang. Pada tahap pertama, nantinya akan ada 15 armada Trans Jatim yang akan beroperasi.

“Dari sini ada driver yang selalu bergantian. Kami berharap, nanti mereka bisa diterima,” tambahnya.

Advertisement

Baca juga :

Wali Kota Wahyu juga menjelaskan, layanan Trans Jatim nantinya akan menghadirkan kenyamanan baru bagi masyarakat. Para penumpang cukup membayar Rp 5 ribu, dari Terminal Hamid Rusdi sampai ke Kota Batu.

“Semua armada nanti kami siapkan ber-AC, ada WiFi, tepat waktu dan tidak menunggu penuh,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, menurutnya Pemkot Malang juga menyiapkan langkah penataan ulang trayek Angkot (rerouting) agar tidak tumpang tindih dengan rute Trans Jatim. “Trayek lama seperti GA dan AG itu sudah tidak optimal. Nanti kami evaluasi agar bisa menyesuaikan dengan koridor baru Trans Jatim,” kata Wali Kota Wahyu.

Advertisement

Untuk mendukung sistem transportasi yang terintegrasi, Pemkot Malang juga tengah menyiapkan feeder dan program peremajaan. Untuk anggaran awal akan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT), sementara kebutuhan lanjutan akan diusulkan melalui APBD tahun 2026.

“Feeder itu butuh anggaran, nah masih kami hitung. Di awal ini akan kami gunakan BTT untuk yang paling prioritas, mana dulu. Kemudian nanti tahun depan akan ada melalui APBD,” imbuh Wahyu. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas