KREATIF MASYARAKAT
UMKM di Kota Malang Mampu Ubah Limbah Jadi Bisnis Kreatif Bernilai Cuan

Memontum Kota Malang – Sampah non logam yang sering dianggap tak bernilai, justru mampu diolah menjadi sumber keuntungan bagi Pemilik Yust Collection, Ernik Yustiana. Dirinya berhasil mengubah limbah seperti kertas, plastik, sisa kain dan kulit, menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi alias cuan.
Sebelum berkecimpung di dunia daur ulang, Yustin adalah seorang pembatik tulis. Namun, sejak konversi minyak tanah ke LPH pada 2015, usahanya mengalami penurunan. Tidak menyerah sampai di situ, dirinya melihat peluang baru dalam limbah non logam yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Awalnya kami mencoba membuat aksesoris dan lampu belajar. Saat pandemi, kami bertahan dengan produksi masker dari kain perca. Setelahnya, kami mulai membuat tas daur ulang dengan merek Tsuy dan merambah dunia fesyen,” kata Yustin, Rabu (05/02/2025) tadi.
Selain menjadi sumber pendapatan, usaha tersebut menurutnya juga bertujuan membantu pengelolaan sampah dan memberdayakan warga sekitar. “Saya ingin menjadikan Yust Collection sebagai usaha ramah lingkungan dan pusat produksi daur ulang di Kota Malang,” tambahnya.
Baca juga :
Sejak 2019, usaha tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan dua lini usaha, yakni daur ulang dan batik tulis dengan merek ErnikMbo. Bersama para pembatik di Bunulrejo, Yustin juga mendirikan Komunitas Batik Kantil untuk melestarikan batik tulis.
“Untuk saat ini, kapasitas produksi Tsuy berkisar 30 hingga 50 produk perbulan, dengan harga mulai dari Rp 5 ribu untuk gantungan kunci hingga Rp 2 juta untuk kostum karnaval daur ulang. Sementara produksi ErnikMbo mencapai 5 hingga 10 lembar kain batik per bulan, didukung oleh sepuluh tenaga kerja tidak tetap,” tambahnya.
Berkat kreativitasnya, Yustin sering mengikuti ajang peragaan busana dan karnaval. Dirinya juga memiliki sertifikat instruktur dan aktif mengajar ekstrakurikuler daur ulang serta membatik di beberapa sekolah.
Berbagai prestasi pun juga telah diraih Yustin. Di bidang daur ulang, karya kreatifnya meraih penghargaan sebagai Kostum Terunik (Kartini Run Jakarta Tahun 2019), Kostum Daur Ulang Terbaik (Jambore Sampah Nasional di Bali Tahun 2019) dan Juara III dalam Lomba Daur Ulang Kota Malang Tahun 2020. Yustin pun juga pernah menyabet Juara II Desain Batik di Malang pada tahun 2021 dan meningkat dengan meraih Juara I Desain Batik di Malang pada tahun 2022. (rsy/sit)











