KREATIF MASYARAKAT
Suguhkan Konsep Unik, Joyoboyo Airsoft Club Kediri Hadirkan Kostum Cosplay saat Latihan

Memontum Kediri – Latihan bersama komunitas airsoftgun biasanya identik dengan suasana militer yang serius. Namun, Joyoboyo Airsoft Club Kediri menghadirkan konsep unik dengan mengenakan kostum cosplay saat skirmish atau latihan perang-perangan.
Alih-alih mengenakan seragam militer seperti kebanyakan komunitas airsoftgun lainnya, anggota Joyoboyo Airsoft Club tampil dengan kostum beragam karakter. Mulai dari Spiderman, dinosaurus, karakter horor hingga daster ala emak-emak. Konsep unik ini, bertujuan menghadirkan suasana yang lebih segar dan tidak monoton.
Ketua Joyoboyo Airsoft Club Kediri, Guntoro, menjelaskan bahwa meski tampil unik, keselamatan pemain tetap menjadi prioritas utama. “Skirmish tematik ini supaya teman-teman airsoft tidak bosan. Meski begitu, kita tetap mengedepankan keamanan pemain, terutama dengan penggunaan kacamata safety dan pengaturan batas kecepatan unit airsoftgun,” katanya, Senin (06/01/2025) tadi.
Baca juga :
Pemanfaatan konsep ini, kontan mendapatkan sambutan positif dari para anggota komunitas. Salah satu anggota Joyoboyo Airsoft Club, Rhian Dafi, mengaku bahwa skirmish tematik memberikan variasi yang menyegarkan.
“Saya ikut airsoft sejak SMA karena suka olahraga yang memacu adrenalin. Kalau skirmish tematik ini hanya sebagai variasi biar tidak jenuh,” ujarnya.
Joyoboyo Airsoft Club rutin menggelar latihan dua minggu sekali dengan lokasi yang bervariasi, seperti hutan dan bangunan terbengkalai. Komunitas ini, menggunakan berbagai jenis airsoftgun, termasuk jenis Spring yang bertenaga per, Automatic Electric Gun (AEG) bertenaga baterai dan Gas Blowback (Gbb) bertenaga gas. Peluru yang digunakan berbahan plastik berdiameter 6 milimeter atau dikenal dengan istilah Ball Bullet.
Kreativitas dan inovasi Joyoboyo Airsoft Club Kediri dalam mengemas latihan airsoftgun membuktikan bahwa olahraga penuh adrenalin ini juga bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Konsep ini bahkan disebut-sebut jarang ditemukan di komunitas lain di Jawa Timur. (pan/gie)
















