Pemerintahan
Kunjungan ke Dusun Kekep Menjadi Agenda Terakhir Silaturahmi Ramadhan Pemkot Batu

Memontum Kota Batu – Hari terakhir agenda Silaturahmi Ramadhan. Wali Kota Batu kunjungi Masjid Nur Aisyiah Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (07/05) sore.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, bersama Forkompimda Kota Batu hadir saat pelaksanaan Silaturahmi Ramadhan di Dusun Kekep. Dirinya mengatakan, ibadah puasa telah memasuki hari ke-26.
Baca juga:
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
- DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda
“Saya berharap masyarakat Kota Batu sehat semua dan tetap disiplin menjalankan standar protokol kesehatan,” kata Dewanti saat memberikan sambutan.
Dirinya mengatakan, jika saat ini protokol kesehatan sangat penting seiring dengan banyaknya pekerja migran yang mulai berdatangan ke Indonesia. Menurutnya, Kota Batu terdapat 5 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Batu yang telah tiba ke tanah air.
Laporan terbaru per 7 Mei, satu PMI Kota Batu asal Kelurahan Ngaglik, Kota Batu tiba di Indonesia. Begitu tiba, PMI perempuan berusia 60 tahun itu menjalani karantina selama dua hari di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Saat ini Pemkot Batu melalui instansi lintas sektor melakukan penjemputan kepada perempuan yang bekerja di Malaysia itu.
“Semuanya sehat. Meski begitu mereka tidak boleh kumpul keluarga dulu. Harus karantina hingga ada hasil swab-nya. Kalau negatif mereka baru bisa kumpul keluarga. Bukannya mempersulit ketemu keluarga tapi demi kesehatan bersama,” urai Dewanti.
Dewanti berpesan kepada masyarakat untuk tak larut dalam euforia ketika lebaran tiba. Sehingga mengabaikan protokol kesehatan.
Ia menyarankan agar masyarakat melaksanakan Shalat Idul Fitri di rumahnya masing-masing. Apalagi, menurutnya, saat ini virus bermutasi menjadi varian baru dengan tingkatan yang lebih ganas dari sebelumnya.
“Tetap patuhi prokes karena virus masih ada. Apalagi ada varian baru yang lebih ganas dari India maupun Eropa. Kata ilmu kedokteran, virus ini bukan lagi menyerang saluran pernafasan. Tapi juga, menyerang otak dan sistem pencernaan,” ucap Dewanti.
Pada agenda silaturahmi Ramadhan yang terakhir ini bagian Kesra Setda Kota Batu memberikan santunan kepada 48 anak yatim dan 65 kaum Dhuafa. (bir/ed2/adv)
















