Kabupaten Malang

Bulan Inklusi Keuangan, Bupati Malang Ikuti Kick Off On Boarding Fase 1 Digitalisasi Ekosistem Sapi Perah

Diterbitkan

-

DIGITALISASI: Momen foto bersama dalam pelaksanaan Peringatan Bulan Inklusi Keuangan 2025. (pemkab for memontum)

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan ‘Kick off on boarding fase 1 program digitalisasi ekosistem Sapi Perah’, dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Serba Guna Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Selasa (14/10/2025) tadi.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap sebagi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Direktur Eksekutif pada Kelompok Spesialis Layanan Digital dan Keamanan Siber OJK, Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya Kemenkeu hingga Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK. Termasuk, Kepala OJK Malang dan Kediri, Programme Manager ILO Promise 2 Impact, Kanwil BI, Jajaran Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan hingga sejumlah nara sumber.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK, khususnya kepada Bapak Hasan Fawzi, selaku Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan inovasi luar biasa ini,” kata Bupati Sanusi.

Diuraikannya, bahwa Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, hingga Juni 2025, tercatat populasi sapi perah ada sebanyak 85.820 ekor. Sementara secara keseluruhan sepanjang tahun 2024 lalu, total populasi sapi di Kabupaten Malang, tercatat sebanyak 86.223 ekor.

Advertisement

“Selanjutnya dari sisi produksi, dapat kami sampaikan bahwa hingga Juni 2025, total produksi susu sapi perah mencapai 76.568,68 ton. Sementara secara keseluruhan atau sepanjang tahun 2024 lalu, tercatat sebesar 149.910,62 ton. Angka-angka ini, menunjukkan bahwa sektor peternakan sapi perah di Kabupaten Malang, memiliki skala ekonomi yang sangat besar dan menjadi tumpuan hidup bagi lebih dari 12.051 peternak, yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) maupun kelompok ternak rakyat lainnya,” ujarnya.

Baca juga :

Dengan potensi yang demikian besar, tambahnya, tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan efisiensi, transparansi dan akses keuangan bagi para peternak melalui transformasi digital. Program Digitalisasi Ekosistem Industri Sapi Perah, ini merupakan langkah nyata menuju modernisasi sektor peternakan berbasis inovasi teknologi finansial (Financial Technology) dan ekonomi digital (Digital Economy).

“Saya berharap beberapa hal dapat tercapai. Seperti peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan peternak melalui akses layanan perbankan, pembiayaan, asuransi ternak dan transaksi digital. Selain itu, terciptanya sistem rantai pasok yang terintegrasi, transparan dan efisien, dari peternak hingga industri pengolahan susu, serta dorongan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis data. Sehingga, kebijakan pembangunan sektor peternakan dapat lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Bupati Malang percaya, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), International Labour Organization (ILO), serta sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan dan masyarakat peternak, Kabupaten Malang akan mampu menjadi role model nasional digitalisasi ekosistem sapi perah. “Harapan kami, dukungan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional,” papar Bupati Sanusi.

Advertisement

Mengakhiri sambutannya, Bupati Malang mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Mari kita jadikan momentum peluncuran program ini sebagai tonggak sejarah transformasi industri sapi perah Kabupaten Malang, menuju era digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya. (pro/mlg/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas