Kota Malang
Jembatan Embong Brantas Ambrol, Puluhan Rumah Terdampak

Memontum Kota Malang – Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengalami ambrol dan memicu tanah longsor, pada Minggu (23/11/2025) pukul 18.30 WIB. Peristiwa itu, menyebabkan material jembatan dan tanah longsor menimpa sejumlah rumah warga yang berada dibawah jembatan tersebut.
Salah satu rumah yang terdampak, adalah milik Dasuki (60). Diceritakannya, bahwa akibat kejadian itu mengakibatkan material jembatan menghantam bagian belakang rumahnya.
“Sore itu istri saya sedang masak sekitar pukul 18.00 WIB. Saya ada di ruang tamu. Mendadak ada gempuran dari atas. Saya kira kecelakaan mobil yang sampai jatuh. Getarannya keras sekali,” ujar Dasuki, Senin (24/11/2025) tadi.
Material longsor langsung menjebol tembok belakang rumahnya. Sejumlah perabotan seperti pakaian, lemari dan peralatan rumah tangga rusak tertimbun material. Rumah dua lantai milik Dasuki, yang sebagian berbahan cor dan sebagian bangunan lama, mengalami kerusakan.
“Istri saya teriak minta tolong. Namanya musibah, saya panik. Tetangga langsung kumpul. Semalam kami tidur di rumah tetangga,” tambahnya.
Baca juga :
Dasuki menyebut selama lebih dari 30 tahun tinggal di lokasi tersebut, banjir biasa terjadi namun tidak pernah separah malam kejadian.
Sementara itu, saksi mata sekaligus anggota Linmas Ksatrian, Ngateman, menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dirinya juga menyebut, genangan air sudah terlihat sejak sebelum maghrib. Menurutnya, kondisi aliran air di sekitar jembatan berubah setelah adanya pemasangan paralon gorong-gorong yang belum selesai dipasang.
“Sebelumnya air mengalir lewat aspal. Setelah dipasang paralon dan dialihkan ke trotoar, mulai ada genangan. Tapi sejak aspal ditinggikan dan trotoar tidak dinaikkan, air makin mudah naik,” jelas Ngateman.
Dari pantauan di lokasi, Jembatan Embong Brantas yang ambrol itu memiliki dimensi sekitar 20 meter x 2 meter. Sementara longsoran tanah yang mengikuti memiliki dimensi 20 meter x 20 meter dengan tinggi 10 meter. Dampak kerusakan di permukiman warga, ada 22 rumah yang terdampak di RT 01 dan RT 02 RW 12. (rsy/sit)
















