Kota Malang
Kejar Penurunan Harga Cabai, Program WTI Pemkot Malang Geser ke Pasar Sawojajar

Memontum Kota Malang – Warung Tekan Inflasi (WTI) yang sebelumnya difokuskan di Pasar Blimbing kini mulai menyasar Pasar Sawojajar, Kota Malang, Jumat (05/06/2026) tadi. Langkah itu dilakukan Pemkot Malang, sebagai upaya memperluas intervensi harga cabai yang masih menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Luh Putu Eka Wulantari, mengatakan bahwa WTI telah berjalan sejak 29 Mei 2026 dan lokasi pelaksanaannya terus disesuaikan dengan perkembangan harga di lapangan. “WTI ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga cabai yang saat ini menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kota Malang. Kami terus memantau perkembangan harga dan langsung bergerak ke pasar yang masih mengalami kenaikan,” ujar Eka.
Melalui program WTI, Pemkot Malang menjual cabai bersubsidi seharga Rp 40 ribu perkilogram, jauh di bawah harga pasar yang masih berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu perkilogram. Intervensi itu dilakukan, untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi akibat tingginya harga cabai.
“Harga Rp 40 ribu ini dapat diterapkan karena adanya subsidi dari pemerintah daerah. Harapannya dengan adanya WTI dapat mempercepat penurunan harga cabai di tingkat pedagang sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambahnya.
Baca juga :
Eka menegaskan, WTI tidak hanya menyasar konsumen rumah tangga, tetapi juga pedagang. Namun, pedagang yang membeli cabai bersubsidi diwajibkan menjual kembali dengan harga lebih rendah agar dampak penurunan harga dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami ingin intervensi ini benar-benar berdampak. Karena itu pedagang yang membeli cabai bersubsidi harus ikut membantu menurunkan harga jualnya kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, lokasi pelaksanaan WTI akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan harga di lapangan. Jika ditemukan pasar lain yang masih mengalami lonjakan harga cabai dan berpotensi memicu inflasi, pemerintah akan kembali melakukan intervensi.
“Kami akan terus memonitor. Kalau ditemukan pasar lain yang harga cabainya masih tinggi, kami langsung turun ke sana. Jadi lokasi WTI akan menyesuaikan kondisi di lapangan,” imbuh Eka. (rsy/sit)










