Kota Malang
Program RT Berkelas di Kecamatan Sukun Mulai Terealisasi, Tempat Sampah dan Gerobak Sudah Didistribusikan

Memontum Kota Malang – Program RT Berkelas di Kecamatan Sukun, Kota Malang, sudah mulai berprogres. Pengadaan barang seperti tempat sampah, gerobak dan sarana penunjang lainnya, sebagian besar telah terealisasi dan didistribusikan ke masing-masing wilayah. Namun, untuk pembangunan infrastruktur masih dalam tahap awal pelaksanaan.
Camat Sukun, Dian Kuntari, mengatakan bahwa saat ini di wilayahnya masih dilakukan monitoring terhadap pelaksanaan Program RT Berkelas di 11 kelurahan. Monitoring semester pertama tersebut, berlangsung hingga akhir Juni dan akan dilanjutkan dengan tahap evaluasi.
“Kalau yang terkait dengan barang seperti tempat sampah, gerobak dan lain-lain, sebagian besar sudah dilaksanakan dan sudah didistribusikan ke masing-masing,” ujar Dian, Jumat (19/06/2026) tadi.
Dian menjelaskan, mayoritas usulan masyarakat dalam Program RT Berkelas masih didominasi pembangunan fisik atau infrastruktur, seperti drainase dan pavingisasi. Namun, pekerjaan fisik tersebut masih berada pada tahap pertama.
Baca juga :
“Untuk infrastruktur rata-rata masih berproses di tahap pertama. Yang banyak diajukan itu drainase dan pavingisasi,” katanya.
Untuk seluruh usulan yang diajukan masyarakat, kata Dian, telah melalui proses verifikasi dan dipastikan sesuai dengan kamus usulan, surat edaran, serta peraturan wali kota sebelum diinput ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Meski begitu, pihak kecamatan masih melakukan monitoring untuk memastikan pelaksanaan di lapangan sesuai dengan rencana yang telah disetujui.
Lebih lanjut, untuk pencairan anggaran pekerjaan fisik dilakukan secara bertahap, yakni 40 persen pada tahap pertama, kemudian 30 persen pada tahap kedua dan 30 persen pada tahap akhir. “Kalau tahap pertama pasti 40 persen. Setelah itu baru pekerjaan dilaksanakan sesuai tahapan,” lanjutnya.
Selain pembangunan fisik, terdapat pula usulan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Namun, porsinya relatif kecil, yakni kurang dari 10 persen di setiap kelurahan. “Kami masih monitoring hingga akhir bulan, sehingga progres secara keseluruhan belum bisa kami sajikan. Setelah monitoring selesai, baru akan kami evaluasi,” imbuh Dian. (rsy/sit)














