Pasuruan

Rakor Digitalisasi ETPD, Wabup Pasuruan Tegaskan Tata Kelola Keuangan yang Bersih

Diterbitkan

-

SAMBUTAN: Wabup Pasuruan saat memberikan sambutan dalam Rakor Percepatan dan Perluasan Digitalisasi ETPD. (pemkab for memontum)

Memontum Pasuruan – Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menegaskan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) wajib dilakukan untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih, transparan dan akuntabel. Penegasan tersebut disampaikannya, saat membuka Rakor Percepatan dan Perluasan Digitalisasi ETPD Kabupaten Pasuruan di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (24/06/2026) tadi.

Disampaikan Gus Shobih-sapaan Wabup Pasuruan, melalui ETPD, daerah didorong mengoptimalkan penerimaan serta mengefektifkan APBD secara lebih efisien dan tepat sasaran. “Dengan sistem yang terdigitalisasi, pengambilan keputusan dapat didasarkan pada informasi yang akurat dan terverifikasi,” katanya.

Dijelaskan Gus Shobih, bahwa adanya ETPD bukan hanya semata-mata untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melainkan, juga untuk memaksimalkan PAD dengan mengubah transaksi keuangan pemerintah daerah dari tunai menjadi non tunai.

Dari sinilah, tambahnya, seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan diajak untuk melaksanakan digitalisasi elektronifikasi pembayaran guna mendorong budaya kerja yang lebih profesional dan berbasis data. Sebab, banyak manfaat yang akan didapatkan dari implementasi ETPD ini.

Advertisement

Baca juga :

“Manfaatnya cukup banyak. Mulai dari peningkatan efisiensi dan transparansi keuangan, memperluas akses keuangan masyarakat, meningkatkan kemudahan, kenyamanan dan keamanan dalam transaksi sampai memperluas akses pembayaran terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pasuruan, Yuswianto, menegaskan bahwasanya pelaksanaan ETPD di Kabupaten Pasuruan tidak terlepas dari peran institusi perbankan yang banyak membantu pelaksanaan digitalisasi dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. “Kami sampaikan terima kasih kepada pimpinan Bank Indonesia perwakilan Malang, yang selalu pro aktif membantu Pemda dalam monitoring dan evaluasi kinerja ETPD. Kami juga mengucapkan terima kasih pada Bank Jatim serta Bank Mandiri yang telah mensupport kegiatan digitalisasi elektronifikasi pembayaran di Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengapresiasi langkah Pemkab Pasuruan untuk memaksimalkan digitalisasi. Terutama dari sisi penerimaan maupun pendapatan daerah.

Advertisement

“Karena dengan digitalisasi terbukti dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sumber-sumber penerimaan yang telah terdigitalsiasi dan juga secara efisien memberikan pengeluaran-pengeluaran untuk anggaran di Pemda itu sendiri,” urainya. (kom/puj/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas