Kabupaten Malang

Penguatan Budaya Inovasi dan Indeks Daerah, Sekda Malang Beri Apresiasi OPD hingga BUMD

Diterbitkan

-

IGA: Sekda Malang saat foto bersama di sela pelaksanaan IGA 2026. (pemkab for memontum)

Memontum Malang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menghadiri pelaksanaan kegiatan Penguatan Budaya Inovasi dan Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah dalam rangka Innovative Government Award (IGA) 2026 menuju Kabupaten Malang yang Inovatif dan Berdaya Saing, di Pendopo Panji Kepanjen, Kamis (23/07/2026) tadi. Turut hadir dalam momen itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI, Arzad Secrio hingga Kepala OPD.

Pada momen yang sama, Sekda juga menyerahkan apresiasi kepada OPD, Puskesmas dan BUMD. Apresiasi itu diberikan, atas Inovasi dalam rangka memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Sekda Budiar mengatakan, bahwa apresiasi diberikan atas partisipasi aktif. Melalui pelaksanaan itu, diharapkan dapat meningkatkan ekosistem inovasi di Kabupaten Malang.

Ditambahkan, inovasi dan kreativitas menjadi kunci utama daya saing di era modern. Melalui inovasi, lahir berbagai terobosan yang dapat memperkuat kualitas pelayanan publik, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Advertisement

Masih menurut Sekda, bahwa Pemerintah Pusat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah telah memberikan ruang yang luas bagi daerah untuk terus berkreasi, menciptakan inovasi, dan meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. “Namun sering kali kita memandang, inovasi sebagai sesuatu yang besar dan rumit. Padahal sesungguhnya, inovasi dapat dimulai dari hal sederhana, yaitu keberanian melihat persoalan secara berbeda dan menghadirkan solusi yang lebih baik bagi masyarakat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Sekda Budiar.

Baca juga :

Melalui kegiatan penilaian Indeks Inovasi Daerah pada ajang IGA, pemerintah daerah di seluruh Indonesia, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, didorong untuk berkompetisi secara sehat dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik. “Ajang ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga sarana memotivasi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambah Sekda.

Dirinya juga menyampaikan, sejak penyelenggaraan IGA pertama kali, Kabupaten Malang selalu berpartisipasi aktif dan bahkan berhasil meraih predikat Terinovatif. Capaian ini, tidak mungkin terwujud tanpa kerjasama yang erat antara seluruh Perangkat Daerah, dukungan sektor swasta, partisipasi masyarakat, serta arahan dari Kementerian Dalam Negeri.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terus mendukung pengembangan inovasi daerah. Semoga tahun ini Kabupaten Malang kembali mendapat predikat Kabupaten Terinovatif,” ungkapnya.

Advertisement

Sekda Budiar juga berharap, bahwa setiap perangkat daerah dapat semakin terpacu untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi tidak hanya dinilai dari kebaruan, tetapi juga dari keberlanjutan, dampak, serta kemampuannya menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.

“Melalui pendekatan ini, inovasi daerah dapat menjadi pengungkit percepatan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menghadirkan solusi kreatif atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” papat Sekda. (pro/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas