Mojokerto

Walikota Mojokerto: KH Nawawi Pejuang Nusa dan Bangsa

Diterbitkan

-

Napak Tilas: Walikota sambut kedatangan peserta napak tilas, di depan kantor Pemkot Mojokerto (hms)

Memontum Mojokerto —Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus, pada Minggu (12/11/2017), bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Mojokerto, Kiai, ulama dan keluarga besar KH Nawawi menyambut sekitar 5 ribu peserta napak tilas di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.

 

 

Peserta napak tilas ke-VI syuhada kemerdekaan KH Nawawi berlangsung sejak Sabtu (11/11/2107), sekitar pukul 21.00 wib, dengan start di Desa Pelembungan, Sukodono, Sidoarjo serta sampai finish di depan Kantor Pemkot Mojokerto, sekitar  pukul 06.30 wib. Sepanjang perjalanan, peserta yang didominasi pemuda NU, Banser dan  Pramuka ini menyerukan lagu-lagu salawat dan perjuangan.

Advertisement

 

 

Menurut sejarah, Sukodono Sidoarjo adalah tempat gugurnya Komandan Laskar Sabilillah KH Nawawi asal Kota Mojokerto dalam mempertahankan Kemerdekaan RI pada tahun 1946. KH Nawawi dikeroyok oleh pasukan Belanda dengan menghujamkan empat tusukan pisau bayonet tepat mengenai leher Beliau. Akhirnya KH Nawawi gugur di medan perang sebagai syuhada kusuma bangsa, tepat pukul 09.00 wib hari Senin tanggal 22 Agustus 1946 di Dusun Sumantoro, Desa Pelembungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

 

Advertisement

 

Sebelum menuju pemakaman umum Desa Losari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, tempat dimana beliau disemayamkan.oleh pasukan Hizbulloh, jenazah dievakuasi dan dibawa lari dari daerah pertempuran menuju rumah duka, tepatnya di jalan Gajah mada Nomor 118, yang sekarang berdiri Pondok Pesantren An – Nawawi.

 

Untuk mengenang jasa beliau, Pemkot Mojokerto bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo serta didukung elemen masyarakat lainnya rutin mengadakan Napak Tilas Syuhada Kemerdekaan KH Nawawi setiap tahunnya. Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus yang akrab disebut dengan Kiai Ud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah ikut serta mensukseskan kegiatan napak tilas ini. “KH Nawawi adalah seorang pejuang dan ulama yang sepanjang hidupnya dicurahkan untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa,” tuturnya.

Advertisement

 

 

Kiai Ud menceritakan jasa KH Nawawi selama hidupnya. Bahwa di saat bangsa kita membutuhkan untuk berjuang dalam rangka merebut kemerdekaan beliau tidak tanggung-tanggung dengan penuh keikhlasan dan semangat juang untuk rela berkorban demi nusa dan bangsa.

 

Advertisement

 

“Tentunya kita sebagai generasi penerus hendaknya meneladani perjuangan beliau. Sikap dan perilaku beliau dan istiqomah beliau di dalam perjuangan membela tanah air Indonesia yang kita cintai ini,” serunya. Kiai Ud menyampaikan kepada generasi muda agar terus mengobarkan semangat perjuangan dengan meneladani dan kita hendaknya dapat meneruskan perjuangan dan cita-cita beliau.

 

Sebelumnya juga,  Kamis (9/11/2107), Walikota Mojokerto beserta Forpimda Mojokerto juga mengadakan ziarah di Makan KH Nawawi di Desa Losari, Kabupaten Mojokerto. Ziarah ini juga diikuti ratusan pelajar dan keluarga besar KH Nawawi. (mrg/yan)

Advertisement

 

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas