Mojokerto

Babinsa Koramil 0815/07 Jetis Dampingi Poktan Pengolahan Lahan Di Tiga Lokasi

Diterbitkan

-

Babinsa Jetis laksanakan pendampingan pengolahan lahan terhadap petani

Memontum Mojokerto – Untuk persiapan masa tanam, Babinsa Koramil 0815/07 Jetis Kodim 0815 Mojokerto melaksanakan pendampingan pengolahan lahan terhadap petani di tiga titik lokasi areal persawahan yang dikelola tiga kelompok tani di wilayah Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (10/04/2018).

Kali ini Babinsa Sawo, Serda Edi Purwono, yang turun langsung ke sawah mendampingi Poktan Pandan Arum, Dusun Sawo Desa Sawo. Di lahan seluas 2,5 hektar milik Tasmin ini, pengolahan lahan dilakukan dengan menggunakan satu unit hand traktor (TR2).

Berikutnya di lokasi seluas 2 hektar milik Kartono, Poktan Margo Rukun, Dusun Ngabar Desa Ngabar. Pendampingan pengolahan lahan dilakukan Babinsa setempat Koptu Muhadi yang terjun langsung bersama Poktan dengan menggunakan satu unit hand traktor (TR2).

Di lokasi ketiga, Babinsa Kupang Serda Sunaryo, melakukan pendampingan tanam padi varietas Ciherang di areal persawahan seluas satu hektar milik Darsono, Poktan Tani Sumber, Dusun Warugunung Desa Kupang.

Advertisement

Secara bersamaan, di dua lokasi lainnya, yakni Desa Jetis dan Desa Sawo, juga dilakukan pendampingan panen padi oleh Babinsa setempat.   Untuk Dusun Pelabuhan, panen padi berlangsung di area seluas satu hektar milik Urip, Poktan Marmoyo Jaya.  Pada panen padi varietas Ciherang yang didampingi Babinsa Serma Supi’i Hadi Santoso, panen padi mencapai 6,3 ton.

Sementara, pendampingan panen padi di lahan seluas dua hektar milik Mustaji, Poktan Tani Perdamian, Dusun Bulu Desa Sawo.  Di lokasi yang ditanami varietas IR 64 ini hasil panen mencapai 12,6 ton atau dalam satu hektar tembus 6,3 ton.

Danramil 0815/07 Jetis Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Hari Subiyanto menuturkan, pengolahan lahan sawah melalui pembajakan dengan menggunakan traktor R2 ini bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah.  “Melalui pembajakan ini, kondisi permukaan tanah yang semula keras akan menjadi gembur dan melumpur, sehingga saat ditanami, akar padi dapat tumbuh dan berkembang leluasa,” tutur Danramil.

“Pendampingan yang dilakukan Babinsa untuk memotivasi para petani dan Poktan dalam pengolahan lahan menghadapi musim tanam mendatang sekaligus percepatan luas tambah tanam guna penguatan kapasitas produksi pangan menuju swasembada pangan,” ungkap Danramil. (gan/ono)

Advertisement

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas