Connect with us

Kabar Desa

Candi Boyolangu Tulungagung Butuh Sentuhan, Pagar Pembatas Candi Diberi Bantuan Swasta

Diterbitkan

||

Candi Boyolangu Tulungagung Butuh Sentuhan, Pagar Pembatas Candi Diberi Bantuan Swasta

Memontum Tulungagung – Keberadaan Candi Boyolangu dengan Arca Gayatri di Kabupaten Tulungagung, mendapat perhatian. Itu karena, kondisinya yang mulai banyak rerumputan hingga belum adanya pagar pembatas permanen. Karenanya, salah satu anggota DPRD Jawa Timur, Kusnadi, menanyakan kebutuhan apa saja untuk perawatan candi kepada juru kunci.

Tidak hanya itu, dirinya juga berinisiatif untuk menawarkan apa yang diperlukan dalam situs bersejarah Kota Marmer ini. “Pertama yang dibutuhkan pagar. Kalau bisa, ya dibenahi. Kedua, lahan parkir yang belum ada,” ujar Juru Kunci Candi Boyolangu, Mbah Jono, saat ditemui di kediamannya, Jumat (11/11/2022) tadi.

Pantauan Memontum.com, untuk menuju ke candi, ditemukan penunjuk arah ‘Candi Boyolangu’ yang sudah berkarat serta agak memudar. Lokasi sempit atau hanya cukup untuk kendaraan roda dua dan rerumputan, yang bisa ditemui menuju lokasi. Sementara itu, beberapa pekerja nampak sedang sibuk menata batu-bata untuk pembatas candi.

Kakek dua cucu ini mengaku, dulu sempat ada penggalian di sekitar lokasi candi dan menemukan struktur bata. Berhubung lahan tersebut milik orang, sehingga tidak bisa diteruskan dan tidak bisa berbuat banyak.

Baca juga:

Kakek berusia 70 tahun ini juga menjelaskan, bahwa selama ini tidak ada perhatian dari pemerintah setempat atau dinas terkait. Dengan adanya tokoh yang ikut membantu membuatkan pagar mengitari candi, dirinya sangat bersyukur.

“Kalau dari Dinas Kebudayaan, itu belum ada dananya atau bagaimana saya tidak tahu,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Winarto, mengaku Candi Boyolangu tersebut merupakan kewenangan dari BPCB Jawa Timur. Saat ini, ada pihak swasta yang menggunakan dana pribadi untuk membuat pagar di tahun ini.

Disinggung perihal support dari pemerintah daerah, pihaknya hanya bisa melakukan pengajuan dan mengawal proses rehabilitasi oleh BPCB Jawa Timur. Karena saat ini, masih dalam proses rehabilitasi tahun terakhir di Candi Pesanggrahan. “Insyaallah setelah kajiannya sudah jadi, kita tetap mengajukan untuk dilakukan rehabilitasi lagi,” jelas Winarto. (jaz/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.