Kota Malang

Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Dispangtan Kota Malang Imbau Peternak Tak Beli Ternak Baru

Diterbitkan

-

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mengimbau para peternak untuk sementara waktu tidak membeli ternak baru. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak yang menjadi salah satu penyebab utama penyebaran penyakit.

Sementara himbauan itu disampaikan, menyusul Kota Malang yang sudah ada 25 kasus PMK dan terjadi di Desember 2024. Karena itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap lalu lintas ternak.

“Kami meminta peternak untuk tidak membeli ternak baru dulu, kecuali ternak yang benar-benar sehat, sudah divaksin dan memiliki sertifikat kesehatan. Penyakit bisa muncul akibat lalu lintas hewan yang tidak terkontrol, termasuk melalui kendaraan atau orang yang membawa virus,” jelas Anton, Sabtu (04/01/2025) tadi.

Baca juga :

Advertisement

Dalam hal ini Dispangtan Kota Malang juga mengoptimalkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada para peternak. Tentunya, sosialisasi yang diberikan juga meliputi informasi tentang bahaya PMK, pentingnya desinfeksi kandang, serta pemberian obat cacing.

“Kami juga melakukan pengobatan jika ditemukan ternak dengan gejala PMK. Harapannya, langkah ini dapat mencegah penyebaran lebih luas,” tambahnya.

Sebagai informasi, dari 25 kasus yang telah dilaporkan, 19 ekor sapi telah dinyatakan sembuh, dua ekor dipotong paksa dan empat lainnya masih dalam proses pengobatan. Untuk saat ini Dispangtan Kota Malang juga sedang menunggu petunjuk lebih lanjut terkait dengan vaksinasi hewan ternak.

“Kami juga menganjurkan peternak yang mampu untuk membeli vaksin secara mandiri melalui distributor. Sehingga harapannya ketersediaan vaksin di Kota Malang segera terpenuhi agar pencegahan dapat dilakulan lebih optimal,” imbuh Anton. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas