Connect with us

Kota Malang

Dorong Implementasi Kurikulum Merdeka, BBPMP bersama Disdikbud Kota Malang Gelar Pendampingan

Diterbitkan

||

Dorong Implementasi Kurikulum Merdeka, BBPMP bersama Disdikbud Kota Malang Gelar Pendampingan

Memontum Kota Malang – Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menyelenggarakan pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) kepada 25 Kepala Sekolah di lingkungan TK, SD, SMP dan Pusat Kegiatan Belajaran Masyarakat (PKBM) di Kota Malang. Kegiatan tersebut, digelar di Aula VIP Diskdikbud Kota Malang, Kamis (17/11/2022) siang.

Perwakilan BBPMP Provinsi Jatim, Wahyu Ari Jatmiko, menyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut nantinya bisa mendorong Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) melalui partisipasi aktif guru dalam pelatihan mandiri platform merdeka mengajar (PMM). Sehingga, hal itu nantinya bisa mewujudkan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Kegiatan ini adalah untuk mendorong stimulan, mengajari dan memanfaatkan PMM. Sehingga, akan memudahkan untuk ketercapaian IKM. Maka, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dengan pusat,” jelas Wahyu saat ditemui Memontum.com.

PMM sendiri, tambahnya, adalah salah satu platform yang berisikan materi, konsep dan langkah-langkah untuk menerapkan IKM. Selain itu, juga disiapkan pelatihan mandiri dalam bentuk topik yang memuat modul.

“Bahkan, ini tidak hanya disiapkan dalam model tulisan materi. Tetapi, supaya menyenangkan dan memudahkan itu juga ada videonya. Selain itu, asesment ke siswanya juga ada di situ. Lalu, juga ada evaluasinya dan ada posternya juga,” lanjutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa saat ini ada 12 topik yang dibahas dalam pelatihan mandiri tersebut. Sehingga, harapannya para guru juga harus bisa memahami implementasi kurikulum IKM. Kegiatan tersebut, menurutnya juga sebagai percepatan untuk menyelesaikan.

Baca juga :

“Paling tidak dari 12 topik tersebut, ada lima yang sudah dipelajari sampai saat ini di sekolah. Yang harapannya sudah bisa melaksanakan. Tetapi, kita pantau ternyata ada yang belum menyelesaikan satu topik pun, bahkan juga ada yang belum. Jadi ini untuk percepatan supaya segera mereka selesaikan,” ujarnya.

Sehingga, dirinya berharap nantinya para kepala sekolah atau perwakilan bidang kurikulum dari masing-masing sekolah yang menghadiri kegiatan tersebut, bisa memberikan bimbingan dan dorongan dalam pelaksanaan PMM.

“Harapannya nanti mereka yang hadir disini supaya ada dorongan kepada gurunya, untuk melaksanakan PMM ini,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Pendidikan PAUD dan Pendidikan Non Fotmal Bidang Ketenagaan Disdikbud Kota Malang, Wiwik Indarti, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai dukungan untuk memfasilitasi pendampingan IKM agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. “Kegiatan ini sangat kita perlukan, karena dari Kemendikbudristek juga sudah menggemborkan untuk implementasi kurikulum merdeka belajar itu seperti apa, belajar mengajar itu seperti apa, dan percepatan berbasis data,” ucap Wiwik.

Kemudian, menurutnya juga ada beberapa sekolah yang belum melengkapi platform PMM. Sehingga, dari kegiatan tersebut juga sebagai bahan untuk mengevaluasi beberapa sekolah negeri dan swasta di Kota Malang, yang masih memiliki status kuning.

“Insyaallah, Sekolah Negeri di Kota Malang statusnya sudah lulus topik biru. Namun, yang masih status kuning itu dari sekolah swasta, harapan kami dari pendampingan ini juga nantinya di akhir tahun ini bisa berstatus biru semua,” tuturnya.

Dirinya berharap, melalui kegiatan tersebut nantinya bisa sama-sama saling memfasilitasi dan mengimplementasikan. Sehingga, bisa saling menguatkan dan menjadikan Dinas Pendidikan lebih baik lagi dari segala sisi. (rsy/sit/adv)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.